Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

sahut Kak Nana kesal. “Udah, udah. Nana, saya perhatikan kamu kalau baca puisi dari dulu nggak ada perubahan. Puisi dan cerpen itu beda, Na.” kata Bu Tasya. “Buat kalian semua juga, puisi itu kita harus pakai perasaan. Seperti menyanyi. Ada iramanya juga. Kalau baca cerpen atau artikel, tidak apa-apa tanpa irama. Karena hanya seperti bacaan biasa aja.”
1015.2K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 547 veces como ciri puisi lama
Leer
+Biblioteca
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Pengetahuannya yang dulu hanya tentang target penjualan dan meeting kantor, kini bertambah dengan kebijaksanaan sederhana yang terhubung dengan alam. Ia tetap menulis. Namun, puisinya mulai bergeser. Dari sajak-sajak tentang luka dan pertanyaan "mengapa aku tak cukup", berubah menjadi lukisan tentang keabadian ombak, tentang kesabaran batu karang, tentang nelayan yang terus berlayar meski tahu laut bisa murka. Ia menulis tentang neneknya, tentang teh jahe di sore hari, tentang kesabaran yang berbicara dalam senyap.
830 vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 29 veces como ciri puisi lama
Leer
+Biblioteca
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kata-kata itu meledak dengan semangat pemberontakan, kesepian, dan kejujuran yang brutal—hal-hal yang tidak pernah ia temukan dalam puisi-puisi kekaisaran yang membosankan dan penuh basa-basi. Sori terduduk lemas di kursi. Harga dirinya sebagai penyair terkenal di Bakkara runtuh seketika. "Hanya dengan satu kalimat ini..." bisiknya dengan suara serak, "setidaknya aku akan terbayang-bayang sepanjang hidupku. Bagaimana bisa dia menuliskan jiwa manusia hanya dalam empat kata?"
101.2K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 32 veces como ciri puisi lama
Leer
+Biblioteca
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.6K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 128 veces como ciri puisi lama
Leer
+Biblioteca
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Tempat ini cukup jauh dari desanya, tetapi ia merasa perjalanan ini setara dengan ilmu yang akan ia dapatkan. Di sekolah, ia segera menarik perhatian guru dan murid-murid lainnya. Saat pelajaran sastra dimulai, gurunya, seorang pria paruh baya yang dikenal bijaksana, membaca puisi lama tentang kepahlawanan. Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?"
1012.5K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 348 veces como ciri puisi lama
Leer
+Biblioteca
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Teman lama berpamitan pergi, saat terlihat kembang api di langit bulan Maret. Layar perahu jauh lenyap di langit biru, hanya terlihat sungai yang mengalir." "Cahaya bulan terang di depan tempat tidur, terlihat seperti embun di tanah. Mengangkat kepala memandang bulan, menundukkan kepala merindukan kampung halaman." Saat Wira membacakan tiga puisi itu, para sastrawan dan penyair yang berada di depan langsung terdiam. Mata mereka membelalak dan terhanyut dalam gambaran dari puisinya. Setiap puisi yang dibacanya adalah puisi yang sangat terkenal, benar-benar luar biasa. Bahkan pemuda yang tadi menuduhnya melakukan kecurangan pun perlahan-lahan terhanyut dalam keindahan puisinya.
96.1M vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 141.4K veces como ciri puisi lama
Show Reviews (2659)
Leer
+Biblioteca
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Budak Kesayangan Sang Tiran

Budak Kesayangan Sang Tiran

Dia menulis Ikrar Jiwa—sebuah puisi kuno Utara yang digunakan dalam sumpah pernikahan paling sakral, yang dikatakan dapat mengikat dua jiwa tidak hanya di dunia ini, tetapi di kehidupan mana pun setelahnya. Setiap barisnya ditulis dengan tinta yang dicampur dengan sedikit darahnya sendiri dan ditaburi serbuk Moonlace yang dihancurkan halus. Hasilnya, kata-kata di atas perkamen berkilau dengan cahaya keemasan yang samar. Dia melipatnya menjadi segitiga kecil, diikat dengan benang sutra dari gaun miliknya sendiri.
105.2K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 197 veces como ciri puisi lama
Leer
+Biblioteca
Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke

Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke

"senandung merdu bak suara peri dimusim gugur. mengiringi langkahnya, di antara daun yang berguguran. angin sejuk, membelai rambutnya yang panjang. membuat gaun biru mudanya, berkibar di udara. mengiringi irama, angin gugur yang sejuk. Dia bersenandung, dengan hati yang penuh. mengisi ruang, diantara kekosongan alam yang senyap" senyum Claire kini merekah bersamaan dengan keheningan yang ia ciptakan begitu ia selesai membaca puisi yang kubuat. aku tidak tau apakah ia terkesima atau menyadari bahwa seseorang yang tertulis didalam puisi itu adalah dirinya, namun begitu Claire selesai membacanya,
101.4K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 30 veces como ciri puisi lama
Leer
+Biblioteca
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Lintang duduk bersila di pendapa usang yang menghadap ke teluk Lawele. Angin senja membelai wajahnya dengan sepoi, membawa aroma laut dan lumut yang membasahi karang di bibir pantai. Di depannya terhampar buku tua berkulit kayu, halaman‑halamannya sudah memutih dan rapuh. Ia merengkuh buku itu, menundukkan kepala, dan membacakan bait-bait puisi kakeknya dengan suara bergetar:
3.3K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 69 veces como ciri puisi lama
Leer
+Biblioteca
Cinta Dalam Tiga Luka

Cinta Dalam Tiga Luka

Ia menatap setiap mahasiswa dengan lembut, memberikan ruang untuk mereka berpikir, merespons, dan menelusuri makna yang lebih dalam dari sekadar barisan kata. "Menurut saya," ujar seorang mahasiswi di barisan tengah, "puisi itu seperti lemari tua, ada banyak rahasia yang disembunyikan dalam tiap lacinya. Kita hanya bisa membuka satu-satu kalau kita cukup sabar."
1.0K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 30 veces como ciri puisi lama
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
1234567
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status