Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kapan? Baiklah, sekarang aku ingat. Sudah lama sekali. Aku pernah membuat puisi ketika kelas 1 SMP dahulu. Banyak tahun yang lalu ternyata. Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya
8.99.9K viewsCompletedAdded to Library 375 Times as ciri puisi lama
Read
+Library
Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar

lirih Rendi lemah "Kenapa tidak pernah memberitahu Uma? Apa Uma sudah tidak penting lagi seperti dulu mas Rendi selalu bercerita banyak hal," rengek Nauma sedih "Mas hanya tidak ingin membuat Uma sedih, maaf ya Mas tidak bisa membahagiakan Uma!"
101.5K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as ciri puisi lama
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

SOURCE UNKNOWN ROUTE: NUS-NET/CORE/ORCHID-LAYER/“RATNA.DEWI:LASTLOGIN” Aku mengetik cepat, melewati dua lapis enkripsi. Di layar, muncul potongan kode yang aneh, bukan bahasa pemrograman, tapi barisan kalimat pendek seperti puisi yang diacak. Semakin kubaca, semakin aku sadar pola bahasanya seperti Sinta: ritme tiga suku, pergeseran metafora, gaya penekanan emosi di akhir kalimat.
790 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as ciri puisi lama
Read
+Library
Menjadi Ibu Pengganti Anak Kembar Milyuner Tampan

Menjadi Ibu Pengganti Anak Kembar Milyuner Tampan

Sebelum Julia sempat tarik nafas, Caroline langsung menyerbu dengan pertanyaan, "bagaimana dengan peradaban yang tak meninggalkan karya sastra sama sekali?" "Kemungkinan besar bangsa dalam peradaban itu belum mengenal tulisan." Kening Caroline berkerut. "Jadi, menurutmu syair, puisi, dan lagu tradisional yang diturunkan secara lisan bukan karya sastra? Apa kau bahkan bisa membedakan Sastra dan Sejarah?"
107.3K viewsCompletedAdded to Library 263 Times as ciri puisi lama
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

yakni jenis tulisan yang terbaca berbeda oleh setiap orang tergantung luka atau harapan yang mereka bawa. Namun setelah puisi-puisinya mulai memengaruhi dunia secara literal—batu melunak saat dibacakan “Doa Batu Pelupa,” waktu terasa berhenti selama pembacaan “Jam Ke-25”—Saram menghilang. Ada yang bilang dia menjadi Bayang Lama pertama: bukan karena keinginan yang tak terpenuhi, tapi karena puisi-puisinya terlalu jujur hingga realitas tidak mampu menahannya.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as ciri puisi lama
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Lady Xiwu menatap buku itu seolah berharap bisa membaca isi tulisannya dari kejauhan. Kaisar membaca dalam diam cukup lama, alisnya sedikit berkerut. Ia membaca pelan, seolah setiap kata memiliki bobot dan makna tersendiri. Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as ciri puisi lama
Read
+Library
Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Bayangan Darah Sang Putra Buangan

ucap Lyra, suaranya jernih dan tajam, memotong desis angin yang mulai berbau belerang. "Tapi kau lupa bahwa penulis naskah yang lama telah menjadi debu di bawah kaki suamiku. Jika tuanmu ingin mencoba menulis ulang sejarah, katakan padanya untuk menyiapkan peti mati yang lebih besar dari Kota Emas."
1.9K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as ciri puisi lama
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Namun Adrian mengingat pelajaran lama dari Elena: bahwa kekuatan terbesar dalam menulis bukanlah gaya, melainkan niat. Ia merespons dengan membentuk dunia narasi klasik: narasi orang ketiga yang tenang, deskriptif, mendalam. Dunia berubah menjadi taman tua dengan cahaya keemasan. Semua pertarungan berhenti. Glitch tampak goyah. Tetapi ia melawan balik. Dunia menjadi puisi surealis. Kata-kata berubah menjadi simbol. Makna terpecah dan setiap kalimat kehilangan arah.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as ciri puisi lama
Read
+Library
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

Ini adalah surat. Surat untuk Nuri. Tapi bukan surat biasa. Ini adalah puisi. Aku menggali ingatanku ke belakang, ke folder-folder lama di kepalaku yang berdebu. Dulu, saat aku masih menjadi Ivan Sandlers, penulis roman laris, aku menulis puluhan puisi yang tidak pernah terbit. Puisi-puisi itu terlalu gelap untuk penerbit. Terlalu kasar untuk pembaca wanita yang mencari pelarian manis.
838 viewsCompletedAdded to Library 20 Times as ciri puisi lama
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Dan langit di atas padang itu, yang selama ini hanya biru pucat, perlahan berubah menjadi perak keemasan, warna yang tak pernah ada di dunia lama, karena dunia lama… tak pernah memberi ruang bagi warna yang tidak bisa dijelaskan. — Di lima titik berbeda, mereka semua berdiri, merasakan sesuatu yang serupa meski berjauhan: mereka telah selesai. Bukan karena tak ada lagi yang harus dilakukan,
101.9K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as ciri puisi lama
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status