Samaran Terakhir
Di tengah ruangan itu, sebuah buku besar tergeletak, terbuka, dengan halaman-halaman yang terus bergerak seperti sungai.
Elena menatap buku itu dengan bingung. "Apa ini?"
"Buku ini adalah narasi terakhir," jawab sosok itu, yang sekarang berdiri jauh di belakang mereka. "Ini adalah buku yang menulis takdir kalian. Setiap keputusan yang kalian buat... adalah bagian dari cerita ini."
Adrian melangkah maju, menatap halaman-halaman buku yang bergerak. "Jika kami memilih untuk berhenti menulis, apakah cerita ini akan berhenti?"