Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jiwa Lain di Raga Istri yang Tersakiti

Jiwa Lain di Raga Istri yang Tersakiti

Ia selalu bermonolog pada dirinya sendiri sebelum memulai perjalanan hidup yang akan dijalani setiap harinya. “Indah, hari ini aku akan ke kantor milikmu. Aku akan menyelesaikan tahap pertama pembalasan rasa sakit hatimu. Tidak akan aku biarkan lelaki laknat itu menginjakkan kakinya ke rumah ini. Tidak akan! Tenanglah di sana, Indah," tuturnya bermonolog.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai contoh monolog singkat tentang diri sendiri
Baca
+Pustaka
Kujual Suamiku di Status Facebook

Kujual Suamiku di Status Facebook

"Hmmm, mungkin Mbak juga dulu merasakan hal yang sama yah, Mbak, walaupun beda versi. Namanya juga rumah tangga yah, Mbak. Hidup jadi jomblo aja banyak masalah." Aku sedikit lega ketika bisa mengungkapkan isi hati. Walaupun, caranya terkesan unik. Dengan cara seperti ini, aku bisa introspeksi diri melalui dialog dengan diri sendiri. Asal jangan sering-sering saja, bisa-bisa dianggap gila. "Sayang, maafin Mas yah."
1021.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai contoh monolog singkat tentang diri sendiri
Baca
+Pustaka
Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Ia memeluk dirinya sendiri, seolah udara di sekitarnya tiba-tiba menjadi jauh lebih dingin. Dengan suara hampir tak terdengar, ia bergumam, lebih kepada dirinya sendiri daripada siapa pun, “Sebenarnya… apa yang terjadi padaku sekarang?”
9.6420.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.3K kali sebagai contoh monolog singkat tentang diri sendiri
Tampilkan Ulasan (86)
Baca
+Pustaka
ani
sengaja mampir kesini lagi, nostalgia sm novel ini,berandai2 ada yg mau buat novel ini dibuat live drama, drama AI tdk apa2.. hehe.. krn bbrp novel yg sdh sy baca bbrp sdh dibuat live drama, 1 short drama dan 2 lainnya drama AI...
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Ia akan berbicara dari hati. “Selamat malam, Bapak Menteri, para tamu undangan yang terhormat,” mulainya, suaranya terdengar jelas dan mantap. “Jujur, saya bingung harus mulai dari mana. Setahun yang lalu, satu-satunya panggung yang saya kenal adalah trotoar di depan warung saya. Satu-satunya penonton saya adalah beberapa kucing liar dan lalat. Dan satu-satunya penghargaan yang saya dapat adalah keluhan pelanggan yang bilang nasi goreng saya… hambar.”
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai contoh monolog singkat tentang diri sendiri
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sakiti Ternyata Punya Perusahaan Sendiri

Istri yang Kau Sakiti Ternyata Punya Perusahaan Sendiri

Di apartemen yang ia sewa selama beberapa bulan ke depan ia duduk di sofa sendiri hanya memakai celana pendek dan kaos oblong. Satu tangannya memainkan benda pipih kesayangannya. Ingin telepon Tyas atau mengirim pesan pada wanita itu, tapi bingung. Mau ngomong apa? "Masak mau ngomongin soal kantor lagi sih! Bosen lah, udah malem masih ngomongin kerjaan terus." Ia bermonolog sendiri.
844.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai contoh monolog singkat tentang diri sendiri
Baca
+Pustaka
Suami Arogan Pilihan Orang Tuaku

Suami Arogan Pilihan Orang Tuaku

Mengambil minuman soda dingin dan menenggaknya. "Sabar Nasya. Ini ujian rumah tangga. Pernikahanmu baru seumur jagung, bahkan tunas jagungpun belum tumbuh" monolog Nasya pada dirinya sendiri. "Kamu harus bertahan. Buat suami kamu bertekuk lutut padamu" imbuhnya meyakinkan diri. "Kalau memang sudah saatnya pergi, baru boleh pergi. Untuk saat ini kamu harus berjuang. Walau sementara ini harus berjuang sendiri" monolognya lagi, kemudian meminum sodanya lagi.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai contoh monolog singkat tentang diri sendiri
Baca
+Pustaka
Rahasia Malam Itu

Rahasia Malam Itu

Ia duduk bersandar, dengan pikiran menerawang. Kepalanya menengadah. Dua jemari menekan pangkal hidungnya—adegan yang tidak pernah ia lakukan kecuali ketika pikirannya berantakan. “Kalau dia balik cuma setengah-setengah… gue usir.” Monolog Bram seorang diri. Ucapan sendiri itu terngiang lagi. Kalimat yang keluar dari mulutnya dengan ketenangan tadi… kini terasa seperti duri di tenggorokan.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai contoh monolog singkat tentang diri sendiri
Baca
+Pustaka
Sudah Cukup, Tuan!

Sudah Cukup, Tuan!

Karena untuk pertama kalinya aku sadar ayah mulai melihat sesuatu yang tidak bisa lagi kusembunyikan terlalu lama. “Aku bisa jaga diri sendiri,” jawabku akhirnya pelan. Ayah menghela napas kecil. “Kadang justru orang yang bilang begitu paling sedang sendirian.” Aku langsung terdiam. Kalimat itu menghantam terlalu tepat. Dan sialnya, sebelum aku sempat membalas, pintu lift terbuka memperlihatkan pantulan diriku sendiri di dinding kaca.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai contoh monolog singkat tentang diri sendiri
Baca
+Pustaka
Cintanya yang Terlupakan Kembali: Kembalinya Mantan Istri

Cintanya yang Terlupakan Kembali: Kembalinya Mantan Istri

ejeknya, meraba dirinya sendiri dengan gerakan kasar dan sengaja. “Hargai diri Anda sendiri, Pak. Anda adalah pasien di rumah sakit, bukan preman mabuk di bar,” kataku, suaraku tetap tenang meski tanganku gemetar. “Kamu berani sekali bicara, ya?” ejeknya. “Kenapa kamu tidak mencintai pria kesepian ini? Kamu kelihatannya tipe orang yang akan menghiburnya — atau apakah harga yang kamu minta terlalu tinggi?”
770 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai contoh monolog singkat tentang diri sendiri
Baca
+Pustaka
Kita yang Menjadi Kita

Kita yang Menjadi Kita

Rena tidak tahu lagi kalau itu tidak disebut dengan kemalangan. Lalu sekarang semuanya tidak jauh berbeda. Ia sendirian, akan menjalani segala kesulitan ini dengan kesendirian. Meski ia sungguh tidak lagi bisa. Kaki ketegaran dan kekuatannya telah kurus dan gemetar, sebentar lagi itu akan patah. Ia tidak lagi sanggup, karena kesakitan yang menerpanya terlalu bertubi-tubi. Tapi kata ampun hanya sebagai ungkapan yang bisu, disuarakan tapi tidak memiliki bunyi. Jika untuknya, maka tidak akan ada yang dapat mendengar permohonannya.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai contoh monolog singkat tentang diri sendiri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status