Di Antara Dua Hati
] jawab Malik berusaha setenang mungkin.
[“Ooh, iya, juga, ya, Mas. Ya, sudah. Sekarang, sebaiknya Mas segera pulang ke rumah kita, salatnya di sana saja, Mas. Enggak baik berlama-lama di rumah wanita yang bukan mahram kamu, Mas. Takut nanti jadi fitnah,”] titah Madina pada sang suami. Dia mencoba mengingatkan imamnya.
[“Iya, Dek. Ya, sudah. Mas tutup dulu, ya, Sayang. Nanti kita lanjutkan lagi obrolannya, assalamu’alaikum ....”]
Sikat na Kabanata