Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Langit Pelangi

Langit Pelangi

Langit hanya berdeham, tak berniat meladeni setiap ucapan ucapan yang pelangi lontarkan padanya. "Lo suka pelajaran apa langit?" Langit menoleh sekilas, ia lihat pelangi tengah tersenyum menatapnya "matematika" sahut langit, setelahnya ia kembali fokus pada bukunya. Pelangi mengangguk angguk pertanda ia mengerti "Lo suka banget ya duduk disini? Kenapa emang?"
82.7K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as di langit
Read
+Library
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

jawab Langit akhirnya. “Aku gak percaya” jawab Dyana dengan suara yang keras. Langit menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar lalu berkata. “Terserah kamu mau percaya atau enggak” Langit menjawab sambil berbalik dan bersiap pergi dari sana tapi Dyana segera menarik tangannya yang membuatnya berbalik dan kembali berhadapan dengan Dyana. “Kamu harus jelasin sama aku Lang”
102.9K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as di langit
Read
+Library
Rain

Rain

Dan setelah itu tiba-tiba saja semua terdiam karena tidak tahu harus seperti apa, di tambah ada orang yang mereka tidak kenal yang akan mencelakai mereka semua, dan itu membuat Rain dan yang lainnya tidak bisa berpikir dengan tenang, Rain memandang langit yang sudah sore itu, setelah dia memandang langit di sore itu ada yang aneh yang dia lihat, langit itu seperti bukan langit, seperti penutup tempat mereka berada sekarang yang menyerupai langit, setelah melihat itu dia pun memberitahu semuanya agar melihat langit di atas. “Semuanya, lihat langitnya deh, ada yang aneh” ucap Rain pada yang lainnya dengan serius, dia menyuruh yang lainnya untuk melihat langit yang cukup aneh itu “Aneh bagaiman
9.130.1K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as di langit
Read
+Library
Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Kaget, marah, patah, tidak terima, terluka. Reya menggigit bibirnya kuat. Menahan air matanya yang nyaris tumpah. Sungguh dia lelah. Berapa kali lagi dia harus menghadapi Langit seperti ini. Mungkin Reya harusnya tak pernah kembali. Harusnya dia tetap menjaga jarak sejauh mungkin. Langit memaksakan suara keluar, meski suaranya jelas retak, nyaris pecah. “Selamat,” Langit mengulurkan tangan. “Sky hebat banget hari ini.”
103.7K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as di langit
Read
+Library
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

"Di rawa ini, petir kami adalah raja!" Aksara menatap air yang bergejolak di bawah kakinya. Listrik menyengat kulit kakinya, tapi kulit Tulang Bintang-nya hanya merasakan geli. "Teori yang bagus," kata Aksara. "Tapi kalian lupa satu hal." Aksara mengangkat kaki kanannya, lalu menghentakkannya ke permukaan air. "Sutra Darah Langit: Gempa Samudra."
101.2K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as di langit
Read
+Library
Pangeran Langit Mencari Cinta

Pangeran Langit Mencari Cinta

Meninggalkan aku dan kedua pengawalku. "Tampaknya kita harus mencari tahu sendiri jalan untuk kembali ke Kerajaan Langit," ucapku. Kutengadahkan kepalaku ke atas. Langit. dengan lekat. Warnanya hitam. Langit saat ini sangat gelap. Tidak ada matahari, bulan, maupun bintang yang menghiasinya. Tik tik tik. Aku dapat merasakan air yang menetes dari atas. Perlahan, tetesan tersebut semakin deras. Hujan! Kami pun panik. Hujan turun semakin deras, mengguyur kami. Pakaianku basah dibuatnya.
108.0K viewsOngoingAdded to Library 264 Times as di langit
Read
+Library
Putra Langit Tak Tertandingi

Putra Langit Tak Tertandingi

Langit di atas Paviliun Selatan belum sepenuhnya cerah ketika Tian Fan perlahan membuka jendela kamarnya. Angin spiritual mengalir lembut, membawa aroma embun dan sisa-sisa energi Yin-Yang yang memenuhi malam sebelumnya. Tapi di balik kedamaian itu... langit mulai bergetar. Tian Fan mendongak. “Ada suara... dari atas langit,” gumamnya pelan.
9.310.7K viewsCompletedAdded to Library 255 Times as di langit
Read
+Library
Rembulan dalam Dekapan Langit

Rembulan dalam Dekapan Langit

kata Langit. “Pak Langit beneran guru?” Bulan mengernyit. “Kenapa? Nggak percaya? Muka saya nggak mencerminkan seorang guru ya? Banyak yang bilang gitu sih,” kata Langit. Bulan mengulum senyum saja. “Oh ya, kamu … nggak seharusnya naik turun tangga, kan? Bahaya,” kata Langit. “Ya, tapi, saya terlanjur nyaman dengan kamar di atas,” kata Bulan.
914 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as di langit
Read
+Library
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Setiap langkah maju mereka menggores langit, membentuk retakan-retakan halus berwarna biru di udara—seakan dimensi itu sendiri enggan menyentuh kekuatan mereka. Salah satu pemimpin mereka mengangkat pedang tinggi-tinggi, suaranya bergema seperti dentang baja: "Formasi Pedang Tujuh Langit!" Tujuh sosok melesat ke langit—secepat kilat, sepadu nyawa. Tubuh mereka membentuk formasi bintang berujung tujuh, dan di tengahnya, badai spiritual mengamuk. Udara menjadi berat. Tanah bergetar. Energi murni meledak ke segala penjuru.
1053.2K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as di langit
Read
+Library
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

seru Langit terkesan. Langit mengelus jenggot, seperti kebiasaannya saat dia serius memikirkan sesuatu. Langit benar-benar memikirkan nama yang cocok untuk sebuah karakter game. Namun ia merasakan sesuatu yang janggal saat jemarinya menyentuh dagu. Ia tidak menemukan jenggot tipisnya. Langit meraba dagunya sekali lagi dengan kedua tangan dan kejanggalan justru bertambah. Tidak ada jenggot di sana. Bahkan tidak ada kulit!
104.3K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as di langit
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status