ENAK, PAK DOSEN!
Ia membayangkan kalau Damar hanya memiliki durasi dua menit saja.
“Ya, aku mikirnya makin tua, otot dan tenaga makin berkurang, Mas. Makanya, aku sempat mikir. Ini kalau Mas makin tua, makin lemah gak, ya? Gitu.”
“Buktinya gak, ‘kan?”
Saat Diana dan Damar sedang bercanda tawa, hal berbeda justru terjadi pada putra mereka.
“B–benarkah? Kalian tidak bercanda, ‘kan? Ah, baik. Ya, aku usahakan. Iya!”
ตอนยอดนิยม