Setelah Bapak Tiada
Ketika itu, Raisya mengunjungi aku ke rumah sakit.
"Kamu nggak pulang ke Bukittinggi, Cha? Nggak kangen sama Papa?" kataku hati-hati.
Raisya menggeleng, "Kalau kangen, biar Papa yang ke sini. Aku nggak mau merusak kebahagiaan mereka, Rin."
"Kok merusak? Kamu 'kan anaknya juga, Cha. Pulang ke rumah sendiri, kok."
"Bukan lagi, itu bukan rumahku, Rindu. Itu rumah Papa dan keluarganya. Lagian, aku sudah diusir kok dari sana. Nggak mau ah jadi tamu tidak diundang ke rumah orang."
Sikat na Kabanata