Dikejar-kejar Brondong
Sesaat setelah Shafa membuka gawainya, terpampang jelas nama yang disematkan Rain di dalamnya, ia pun segera meletakkan gawainya dalam posisi telungkup dan dengan nada malas, Shafa berucap, "Kamu memang nggak ada kapoknya, belum cukup waktu itu aku ..."
Belum selesai Shafa berucap, Rain malah terbahak, lalu berucap, "Nggak ingat, jangan tanyakan ingatanku. Kami para lelaki memiliki memori yang buruk akan masa lalu, berbeda dengan kalian para wanita. Jadi apapun yang terjadi saat kita sekolah dulu, banyak yang aku nggak ingat. Yaa, hanya beberapa hal yang bisa aku ingat, salah satunya ya, kamu. Bagaimana perasaanku ke kamu saat itu? Bagaimana reaksimu saat itu? Aku mengingatnya dengan jelas,