Garis Keturunan yang Tercemar
Air mata di mataku sudah mengering, digantikan kebencian yang mengendap dalam-dalam.
"Darren mengira dengan membunuhmu dan anak itu, dia bisa menutupi kebodohannya sendiri. Dia nggak tahu bahwa dia baru saja membangunkan seekor naga yang tertidur."
Stephan menoleh menatapku.
"Nyawa anak itu telah membersihkan ketidakadilan yang kamu alami. Sekarang, kamu akan membuat semua orang yang menyakitimu membayar harganya."
"Oh ya," kata Stephan sambil berjalan ke pintu. "Darren mengira kamu benar-benar sudah mati. Saat ini, dia sedang berlutut di samping 'jasadmu', menangis."