Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Melupa Rasa

Melupa Rasa

Jadi respon cuek Abi hanya masalah kecil saja dan itu tak akan bisa menghentikannya. *** "Oke! Bagus sekali!" Teriak Ivan, fotografer yang kini sedang memotret Anara untuk promosi produk terbaru Estella. Anara membungkuk sambil mengucapkan terima kasih pada Ivan dan staf lainnya.
108.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai foto karma akabane
Baca
+Pustaka
KABAR PERNIKAHAN SUAMIKU

KABAR PERNIKAHAN SUAMIKU

Dia justru sibuk memperhatikan foto profil dari kontak yang mengiriminya pesan. Ahhaa, pucuk dicinta ulam tiba. Rupanya Abidzar bergerak lebih cepat dari dugaannya. Cowok itu malah lebih dulu mendapatkan nomer kontaknya. Jadi Maretha tak perlu repot-repot lagi berbaik-baik dengannya agar mereka bisa lebih dekat lagi. Namun begitu, tetap saja Maretha tak ingin terlihat terlalu murahan. [Siapa ini?]
9.8380.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.5K kali sebagai foto karma akabane
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Bahagia

Ajari Aku Bahagia

Atau dia adalah seorang youtuber yang pernah kulihat di televisi yang katanya sering membuat konten agar viral, lalu nanti pada akhirnya mengatakan say hello pada kamera? ''Kenapa melihatku seperti itu?'' ''Eh, Apa? Aku tidak melihatmu, hanya melihat oang itu saja,'' Apontan aku menunjuk orang yang sedang lewat di belakangnya. ''Sudah lima belas menit kamu melihatku seperti itu.'' ''Selama itu? Jangan ngarang, aku tidak pernah melihat seseorang sampai sela--.'' Belum sempat kalimat klarifikasi selesai kuucapkan, tiba-tiba saja terdengar teriakan dari ibu-ibu yang berlari melewati kami. ''Copeeet! Copeeeet! Copeeet!''
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai foto karma akabane
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

kepo Mak Odah. "Iyo, Mak." Aku menuang air minum, makan Gatot kok seret, sopo seng kepengen? "Mak mau liat? Ada kok, potonya di pesbuk," lanjutku. "Opo iyo, Rum?" Mata Mak Odah menatapku terkejut. Aku langsung mengambil hapeku, kemudian jempol ini menari sejenak diatas layarnya. "Ini fotonya." Hape kusodorkan pada Mak Odah.
7.840.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 937 kali sebagai foto karma akabane
Baca
+Pustaka
Karma Pedas Sang Mantan

Karma Pedas Sang Mantan

Adrian - Ayam Penyet [1 Attachment] Flyer_ayam_superpedas.jpg Dira menatap layar itu beberapa detik. Lalu… ketawa kecil. “Pucuk dicinta, ulamnya bawa flyer,” gumamnya sambil memijat pelipis. “Mas-mas satu itu bener-bener gak pakai ‘halo’, ‘boleh minta tolong’, atau ‘punya waktu?’ Langsung kirim file.” Dira membuka galeri, lalu melihat desainnya.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai foto karma akabane
Baca
+Pustaka
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai foto karma akabane
Baca
+Pustaka
Surakarta, Aku Cinta Dia

Surakarta, Aku Cinta Dia

tanya Arham. "Ah, iya sih. Boleh deh. Mau fotoin aku?" tanya Gienka. "Tentu saja, mana cameranya." Gienka menyerahkan camera digital itu pada Arham. Gienka berpose di depan sebuah Arca. Dia membentangkan kedua tangannya seperti pesawat terbang. Arham tersenyum melihat pose Gienka yang menurutnya sangat lucu. "Satu, dua, tiga."
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai foto karma akabane
Baca
+Pustaka
Pesona Upik Abu

Pesona Upik Abu

Ada balon-balon, kue tingkat yang besar, dan spanduk bertuliskan nama yang memicu denyut nyeri di kepalanya. Di dalam foto itu, seorang anak perempuan berpita besar sedang tertawa lebar di samping seorang remaja laki-laki yang berwajah kaku namun menatapnya dengan lembut. Itu adalah wajah Sagara saat remaja. Mata Sri bergerak ke sudut foto yang lain, dan di sanalah seluruh pertahanannya runtuh. Di foto lain, sepasang suami istri yang tersenyum hangat, berfoto dengan gadis kecil yang tengah berulang tahun.
615 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai foto karma akabane
Baca
+Pustaka
Tawanan Tuan Kama

Tawanan Tuan Kama

Kama mengambil kantong keresek hitam yang tergantung di stang motornya. "Hampir lupa, ini... " Kama lagi - lagi memberikan barang dengan cara melemparnya pada Kila. Sekali lagi, Kila harus sigap dan yap. Kantong entah berisi benda apa itu, berhasil Kila tangkap. Dan begitu mengintip isinya. Kabel beserta kepala charger pengisi daya untuk ponsel. "Pastikan ponselmu aktif," tutur Kama dengan nada mengamcam.
674 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai foto karma akabane
Baca
+Pustaka
Karma Terbalut Cinta

Karma Terbalut Cinta

Jemariku mulai gelisah lagi, dan aku memilih untuk meminum sesuatu agar gemetar yang kurasa ini berkurang. “Airin! Tega kamu yaa? Kamu ingin menikahkan putrimu dengan pesta sebesar ini tapi kamu gak kasih tau aku?!” tiba-tiba aku mendengar suara Kartika yang dari belakang punggungku. Aku menghela napas, aku lupa dengan sahabatku yang satu ini, yang juga pemegang salah satu cabang Sanjaya Hotel. “Tika, maafkan aku … tapi ini bukan pernikahan yang diharapkan oleh semua orang. Ini bukan pernikahan sungguhan, tidak akan ada pernikahan yang terjadi.”
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai foto karma akabane
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status