Hidup Kembali di Zaman Kuno
“Kami membawa contoh barang dagangan: tenun lembayung dari pesisir dan garam batu dari gua terdalam. Kami ingin bertukar dengan apa yang Giri Amerta hasilkan.”
“Gula merah, minyak kayu, dan batu hitam dari Gunung Selampi, arang, lilin kayu malam, bata merah, genting merah,” jawab Goro, yang hadir sebagai wakil dagang. “Kualitasnya bukan main, dan kami tak pelit berbagi jika adil aturannya.”
Pertemuan berlangsung hangat. Tapi diplomasi sejati baru dimulai saat pertemuan pindah ke Balai Kota Giri Amerta yang baru digunakan.
Hot Chapters