TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)
Kakek itu menoleh, matanya menyiratkan ketegasan yang tak bisa ditawar.
“Masuklah, jangan takut,” suaranya serak namun berwibawa, memerintah tanpa ruang untuk protes.
Keduanya masuk ke dalam gubuk yang remang-remang. Bau dupa dan ramuan herbal menusuk hidung, sementara rak-rak kayu penuh sesak dengan botol-botol kaca berisi cairan berwarna aneh dan tulang-tulang kecil yang tersusun rapi. Di sudut ruangan, alat-alat perdukunan—tanduk, keris kecil, dan kain-kain kusam—tergeletak berantakan, menciptakan suasana penuh misteri.
Hot Chapters