Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

Walau tidak rapat, tapi pagar tersebut mampu mencegah hama penggangu untuk masuk, seperti babi dan binatang lainnya. Setelah menutup pintu pagar kebun, mereka terus berjalan menuju sebuah gubuk berbentuk panggung yang berdiri di tengah area tersebut. Gubuk itu terbuat dari bahan kayu dan berdinding papan, sementara atapnya dari daun rumbia yang dianyam. "Namamu siapa?" tanya ibu tersebut setelah mereka berada di dalam gubuk dan duduk di atas sebuah tikar yang terbuat dari anyaman sebangsa tumbuhan pandan.
6.9K viewsCompletedAdded to Library 247 Times as gubuk kayu
Read
+Library
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU (6) "Bapak sudah bilang sama Ibumu. Katanya kasian. Badan udah tua masih ngurus cucu, sholat suka telat, makan juga ga sempat. Ibumu susah dibilangin!" sungut Bapak. Aku terdiam tak tau lagi harus berkata apa. Selama beberapa Minggu ini Ibu ternyata masih mengasuh anaknya Mbak Ulya. Pantas tak lagi jualan. Mengaku capek, padahal dijadikan babu lagi sama mbak Ulya.
1029.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as gubuk kayu
Read
+Library
ATURAN LANGIT!

ATURAN LANGIT!

Dia merasakan tubuhnya sakit dan ngilu luar biasa. "Siapa yang bertani membokongku hah!" teriak Gabe dengan geram. "Mampuslah dengan tenang Pak Tua!" jawab seseorang sambil mengayunkan sebilah bambu berwarna kuning dengan cepat ke arahnya. Gabe tersentak! Dia membawa sesuatu pantangan yang selama ini sangat dihindari oleh Gabe! "Sialan! Dari mana kau..." Duuakkk!!!
9.272.4K viewsOngoingAdded to Library 2.8K Times as gubuk kayu
Read
+Library
Kelabu

Kelabu

Suaranya menggema saat ia berhasil mendorong pintu kayu itu. "Uhuk ... Uhuk." Ia terbatuk karena debu. Dania pun mengibas-ngibaskan tangannya guna menghalau debu kecil. Tanpa sadar, ia telah masuk terlalu jauh ke dalam bangunan itu. Di dalam tak terlalu kotor hanya saja tempat itu lembab, dan beberapa genangan air terlihat tenang di atas lantai semen.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as gubuk kayu
Read
+Library
Binar Kalbu

Binar Kalbu

Hanya perlu waktu dua bulan untuk seorang Abbian meluluhkan hati Rine yang sekeras karang di lautan. Makan malam seorang diri terasa begitu hambar bagi Rine. Satu-satunya asisten rumah tangga, Bi Jum namanya, juga sudah pamit pulang sehingga menyisakan kesepian. Suara denting sendok yang beradu dengan piring menjadi musik yang meramaikan. Dia hendak menghubungi Abbian, tetapi egonya menahan itu. Cewek dengan kaus oblong dan celana pendek itu enggan ketergantungan kepada siapa pun dengan alasan apa pun. Terpaksa, dia menikmati sepiring nasi dengan lauk ayam goreng dan sambal terasi seorang diri. Sesendok demi sesendok nasi mulai dikunyah walau teramat pelan. Selera makannya selalu menguap ket
2.4K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as gubuk kayu
Read
+Library
TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

Lalu, seorang pria bertubuh besar menggebrak tanah dengan kakinya. “Tanah,” katanya singkat. “Kekuatan yang mengakar. Stabil, tetapi bisa mengguncang dunia.” Lalu ada kayu, udara, dan logam. Namun, dua orang terakhir tidak segera berbicara. Salah satunya adalah pria tua yang sejak awal diam di sudut ruangan. Tatapannya kosong, seakan tidak peduli dengan dunia. Namun, ketika ia akhirnya berbicara, suara gemuruh halus terdengar di udara.
9.860.3K viewsOngoingAdded to Library 2.3K Times as gubuk kayu
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Tapi kini, mereka merasa tengah menggerakkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar tumpukan kayu. Di kaki Gunung Puri, pabrik arang berdiri kokoh. Asap putih tipis mengepul dari cerobong-cerobong tanah liat merah. Begitu memasuki bangunan itu, hawa hangat langsung menyambut. Rasa dingin seolah tertinggal di luar pintu. “Taruh di sisi timur, dekat tungku pembakaran dua,” kata Uban, lelaki tua yang dipercaya sebagai pengatur ruang bakar. “Kayu malam jangan dicampur dengan kayu besi.”
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 265 Times as gubuk kayu
Read
+Library
Ternyata Ibuku Dijadikan Babu

Ternyata Ibuku Dijadikan Babu

Kebaikan yang menyembunyikan kebusukannya. ""Kamu dari kantor?" tanya Mama. "Iya, aku sengaja mampir kemari," ujarku dan memberikan bungkusan yang berisi kue, sengaja aku beli untuk pura-pura baik juga di depan mertua. "Makasih, ayo masuk mama buatkan minum dulu," "Gak usah Ma, Aldi cuma ada urusan sebentar sama Mama." "Ada apa, Al?"
1044.5K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as gubuk kayu
Read
+Library
Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander

Rumah ini sangat tidak nyaman untuk standar manusia di dunia. Lapuknya kayu yang menjadi material utama bahan pembangun, membuatnya berisiko ambruk kapan saja. Atap berbahan seng yang terdengar nyaring ketika hujan, juga sudah tampak berlubang, meloloskan cahaya matahari siang ke permukaan semen tak berkeramik rumah itu. 'Rumah reot', 'Rumah Gubuk', 'Rumah Bobrok', mungkin sebutan itu lebih tepat daripada menyebutnya sebagai 'Rumah Manusia'.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as gubuk kayu
Read
+Library
Obsesi Liar Kakak Ipar

Obsesi Liar Kakak Ipar

desis Bram kasar, menarik lengan Ibu Rahayu lalu mengunci pintu dengan sebilah kayu. ​Di dalam gubuk itu hanya ada sebuah tikar pandan yang sudah robek, satu buah lampu minyak yang temaram, dan bau apek yang menyengat hidung. Tidak ada kasur empuk, tidak ada pendingin ruangan, bahkan tidak ada makanan yang layak selain beberapa buah singkong rebus yang sudah dingin di atas piring seng.
1019.5K viewsCompletedAdded to Library 487 Times as gubuk kayu
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status