HADIAH MUKENA DARI IBU
“Tamparan kamu sudah cukup membuktikan, kalau kamu datang hanya ingin mencari hartaku saja. Ah, Harno, ternyata kamu bodoh sekali. Seharusnya saat kamu sedang membujuk, jangan melakukan hal kasar terhadapku. Karena dengan hal ini, aku jadi paham apa yang kamu inginkan. Tampar lagi, sampai kamu puas, Harno. Tapi satu hal, jangan harap aku akan memberikan sejengkal tanah yang ku miliki untuk kamu nikmati bersama keluarga kamu.”
“Kamu tidak pernah mau menghormati orang tuaku, Resmi. Mereka meminta ini saja, kamu tidak mau berkorban memberikan.” Rupanya Harno lupa, dia justru mengatakan hal yang jujur.
“Orang tuamu adalah sosok yang suka menjual anak demi sebuah makanan. Mereka rela anaknya berz
Chapitres populaires