Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mimpi Cinderella

Mimpi Cinderella

Aku tak bisa menyalahkannya begitu saja. Hanya satu harapanku, semoga saja suatu saat diri ini akan menemukan seorang laki-laki yang baik. Yang mau menerimaku apa adanya tanpa mempermasalahkan permata yang hilang. *** "Nara, kok lo kaya kurang semangat gitu. Lo sakit?" tanya Aura waktu aku baru saja mendaratkan bokong di kursi. "Nggak kok, aku nggak apa-apa," sahutku cepat.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai harusnya aku
Baca
+Pustaka
Hanya Kau Milikku

Hanya Kau Milikku

tanya Ayunda sedih karena permintaannya dapat penolakan. "Karena anak Menir ada digenggaman kita, sekarang aku lah yang menjadi penguasa satu-satunya. Rival abadiku sekarang ditimpa musibah. Apakah ini tidak membuatku bahagia?" tanya Darma dengan sorot mata menyeramkan. "Tentu saja, itu membuatmu senang." menjawab takut, ia harus menyetujuin perkataan Darma karena ia tahu sendiri siapa suaminya itu.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai harusnya aku
Baca
+Pustaka
Kini, Aku Belajar Melepasmu

Kini, Aku Belajar Melepasmu

"Ini perbuatanmu?" Haris mendorongnya dengan kasar sambil mendengus sinis. "Iya, memang aku yang lakuin, terus kenapa? Aku nggak bakal sudi minta maaf sama kamu!" "Semua luka ini tuh emang pantas buat kamu! Kalau dari awal kamu pergi dan nggak usah balik lagi, masalahnya nggak bakal sepanjang ini. Makanya, jangan jadi benalu di sini!"
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai harusnya aku
Baca
+Pustaka
Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Jangan Salahkan Aku Mencintainya

“Marah? Tentu saja aku tidak marah, melainkan ingin langsung menghabisi orang yang berani bermain-main denganku.” Karina dan Nicholas menelan ludah. “T-tapi tadi kamu bilang bagus?” “Bagus karena kalian akhirnya menunjukan sifat asli.” Kata-kata itu sontak saja membuat bulu kuduk Karina dan Nicholas seketika berdiri. Naren menatap jam tangannya. “Sekarang giliran aku bicara.” Dia mendekat sedikit. “Sedikit ingin mengingatkan, mungkin kalian lupa bagaimana aku?”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai harusnya aku
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Meluncur indah dari mataku. "Ssstt! Kamu itu istriku. Istri sahku. Kalau aku mau ngelakuinnya sama kamu, itu nggak masalah. Nggak berdosa sama sekali. Malah dianjurkan. Udah sah ini. Lagian pun, aku laki-laki normal. Aku punya hasrat yang harus aku tuntaskan. Dan aku cuma bisa nuntasinnya sama kamu. Apa kamu mau aku nuntasinnya sama cewek penghibur di luar sana?" jelas Haikal sambil menangkup wajahku. Aku menggeleng cepat mendengar pertanyaan di akhir penjelasannya.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai harusnya aku
Baca
+Pustaka
Bukan Aku Orangnya

Bukan Aku Orangnya

aku masih berusaha untuk menormalkan nafas yang mulai memburu. “Janji dulu ….” “Iya, aku janji.” “Mereka adalah istri dan anakku.” Dia bicara dengan kepala tertunduk. “Maaf.” Suara gemuruh di luar sana tak mampu mengalahkan gemuruh dalam dadaku. Kalimat itu bagai kilat yang menyambar. Padahal aku sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan ini. Ah ... hujan ini juga, kenapa begitu mendukung suasana, sih?
10557 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai harusnya aku
Baca
+Pustaka
Roommate with Benefits

Roommate with Benefits

“Mulai sekarang… aku akan memilih untuk jatuh cinta sama kamu. Suka atau nggak suka, kamu sekarang adalah milikku. Paham?” “Rus… kamu—” “Kenapa? Kamu nggak suka dengan keputusanku? Kamu nggak sayang sama aku?” tembak Ikarus langsung. “Nggak gitu.” Hera menggigit bibirnya bagian dalam. “Aku nggak akan mau menerima kamu hanya karena kamu merasa perlu bertanggung jawab atas apa yang sudah menimpaku. Kita melakukannya atas dasar mau sama mau. Jadi—”
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai harusnya aku
Baca
+Pustaka
Izinkan Aku Menghalalkanmu

Izinkan Aku Menghalalkanmu

Aisyah sudah terlalu jauh melangkah. "Aku harus memastika semua ucapannya sungguh-sungguh. Entah bagaimanapun caranya."
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai harusnya aku
Baca
+Pustaka
Misteri Menara Tanpa Nama

Misteri Menara Tanpa Nama

Hari – 8. Aku menggaruk bagian belakangku dengan ekspresi bingung. Bukan karena Aku benar-benar tak mengetahui apa yang harus kulakukan, tapi lebih karena Aku bingung bagaimana Aku harus menyampaikannya pada semua orang. “Asraf, kau tak perlu ragu seperti itu! Kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan, kan?”
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai harusnya aku
Baca
+Pustaka
Jangan Remehkan Aku, Mas!

Jangan Remehkan Aku, Mas!

Tuhan itu maha adil dan aku percaya bahwa hukum karma itu ada. Aku pun memilih untuk tidur saja dan tidak mau lagi memikirkan siapa yang Mas Rendy menemaninya telepon sampai selama itu. Jahe hangat yang kubuatkan tadi pun sudah mulai dingin karena sampai saat ini belum disentuh juga. Tanpa menunggu waktu lama, aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur dan bersiap untuk tidur. ***
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai harusnya aku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status