Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Pov Surya "Kamu kenapa Rel?" Aku bingung melihat Aurel berlinang air mata membukakan pintu untukku. Dia bilang sakit kepala dan minta dibelikan obat pereda nyeri, makanya dengan cepat segera ke rumahnya setelah pulang kerja, tapi kenapa disambut dengan air mata? Apa sakit kepalanya separah ini? Setahuku dia memang suka vertigo.
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 582 kali sebagai horror sans
Baca
+Pustaka
Forever Hours

Forever Hours

Apalagi hanya untuk duduk sendirian di sana seperti orang bodoh. Akan tetapi, langkahnya terhenti mendadak. Fira hampir terhuyung ke belakang saking kagetnya. Seseorang yang lebih tinggi darinya tiba-tiba berada di sana, seperti hantu. Sayangnya, mungkin hantu tak ada yang serapi itu, apalagi senyumnya. Ah! Fira merutuki yang terakhir itu.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai horror sans
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Dia tertawa kejam dan berkata, "Karena begitu, aku akan kirim kamu ke neraka lebih dulu!" Sebelum Agnes sempat melawan, Christopher sudah menggorok lehernya dan menendangnya ke laut. Tangannya terikat dan darahnya langsung menarik perhatian semua hiu di sekitar. Kemudian, hiu-hiu itu pun melahapnya. Dalam hitungan detik, sosoknya sudah menghilang sepenuhnya. Setelah melakukan itu, Christopher kembali ke dek dan mengeluarkan foto berbingkai diriku dari sakunya. Dia menuangkan dua gelas alkohol untuk dirinya sendiri, lalu mengeluarkan sebotol pil tidur dan menelan semuanya.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai horror sans
Baca
+Pustaka
Psycho

Psycho

Louis memperlihatkan senyuman iblisnya, kemudian pergi ke suatu tempat. Saat ini, motor Louis berhenti di dekat gerbang sekolah tempat Ji Ho belajar. Saat sampai, pria ini melihat mobil Marcus pergi tidak lama setelah Ji Ho keluar. “Dibanding Tian si penakut itu, Marcus adalah pria gila yang tidak bisa kusentuh. Tapi tidak apa-apa, aku tidak harus menyentuhmu, agar kau menjauhi Rachel-ku,” ucap Louis, lalu turun dari motornya, dan berjalan masuk ke sekolah Ji Ho.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai horror sans
Baca
+Pustaka
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Aku di antar sampai bertemu dengan sosok laki-laki yang memakiku di telpon tanpa mau mendengar penjelasan apa-apa. Lalu, saptam itu pamit untuk kembali berjaga. Suasana di sini sangat dingin hingga menusuk tulang. Rumah ini mewah nan luas namun, di hiasi kesunyian yang nyata. Aku sedikit menjauh dari pria paruh baya ini, karena di belakangnya berdiri sosok yang menakutkan. Namun, makhluk itu seolah mengikuti gerakan manusia di depannya.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai horror sans
Baca
+Pustaka
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Andreas tampak tertawa geli, tapi sorot matanya yang aneh dan tak terbaca justru membuat Alan entah harus merasa cemas atau ngeri. "Dia tumbuh dengan cantik, kan, Alan?" ucap Andreas dengan senyum sinis dan ekspresi serius penuh perhitungan.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai horror sans
Baca
+Pustaka
De Crepusculum

De Crepusculum

"Khawatirnya kakak itu berlebihan, masa apa-apa ga boleh, beresin perpustakaan ga boleh, kuras kolam ga boleh, nyapu lapangan ga boleh, ini ga boleh, itu ga boleh, sekalian aja besok aku ga boleh hidup sekalian!" "ATHA!" bentak Kanzo yang diliputi amarah. Atha tersentak kaget, air matanya mengalir tanpa aba-aba, dan itu membuat Kanzo merasa amat bersalah. Sekarang Atha terisak, "AKU BENCI KAK KANZO!" Atha menghentakkan kakinya lalu berbalik meninggalkan Maise berdua bersama Kanzo. Sepeninggal Atha, Kanzo mengerang jengkel.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai horror sans
Baca
+Pustaka
Under His Darkness

Under His Darkness

Hanya sesekali cahaya redup menembus dari ventilasi. Sekujur memar dan luka dibiarkan menganga tanpa diizinkan diobati atau sekadar dibersihkan. Darah sudah mengering di mana-mana, sebagian merah tua, sebagian sudah menghitam. Nathan sampai lupa bagian mana saja yang sakit. Bahkan, dia juga lupa sudah berapa lama dia ada di sini. Jam di kepala Nathan tidak lagi memiliki arti. Waktu menjadi sesuatu yang abstrak. Setiap detik terasa seperti menit, setiap menit seperti jam. Siang dan malam melebur menjadi satu gelombang panjang ketakutan.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai horror sans
Baca
+Pustaka
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

ujar si teman “hhhhhh, lagian kamu serius amat, mau ngapain sensus begitu?, memang kamu naksir?” cerocos si indigo, sambil cekikikan “Ish, naksir gundulmu itu, aku tuh cuma penasaran aja dunia ghoib, seru kali yah ....” ujar si teman berandai-andai. “Ya elah, orang kamu tadi begitu saja ketakutan” ejek si indigo.
9.882.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai horror sans
Baca
+Pustaka
Misteri Bus Setan

Misteri Bus Setan

sambung Mark. Sherly masih membeku. Di depannya ada hantu sopir bus. Dia tidak sengaja melihatnya dan membuat dia takut. Otomatis dia berteriak ketakutan. "I-itu itu-tu-tu," jawab Sherly menunjuk ke arah hantu sopir bus dengan suara terputus-putus. Mark, Davin, Putri dan lainnya melihat ke arah yang ditunjuk oleh Sherly. Mata mereka membola besar. Mereka harus segera melarikan diri.
753 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai horror sans
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status