MENIKAH DENGAN SULTAN
Mobil menepi, sebuah rumah bercat putih yang tampak masih baru tampak berdiri kokoh.
“Subhanallah!” Harum menatap takjub.
Rinai yang sudah mulai pulih, memeluk sang ibu. Dia menggandeng wanita kesayangannya itu untuk masuk ke dalam rumah.
“Subhanallah! Walhamdulillah! Allohuakbar!” Harum terus mengucap zikir dambil menapaki satu persatu lantai marmer yang mengkilap. Sebuah sofa berbentuk L terpajang di ruang tengah, lengkap dengan lemari hias dan satu set meja lengkap dengan televisi. Ada satu kamar di bawah dan ada sebuah dapur yang langsung terhubung dengan ruang terbuka di bagian belakang rumah, area itu hanya tersekat dinding kaca tebal dan ditutup gorden. Di halaman belakang itu tampak