Tergusur Dari Rumah Mertua
“Rumah kita kan atapnya pendek dan tau sendiri, Jakarta panas ga ketulungan. Apalagi kita ini deket laut. Ibu pikir ga mungkin kalau anak-anak itu lapar karena ASI Tiara berlimpah, susu yang Mama beliin buat tambahan juga ga kurang-kurang,”
“Iya, Ma. Aku juga sempet kepikiran begitu. Tapi waktu itu aku ga punya uang, aku bisa apa?”
Bu Nur tersenyum. Dia mengelus pundak anaknya dan mengajak anaknya itu bicara empat mata.
“Kau belum mau tidur, kan? Bisa kita bicara sebentar?”
Tanpa berkata apapun, Fahmi langsung mengikuti Bu Nur yang berjalan menuju ke ruang keluarga. Tempat dia nonton TV bersama keluarganya.
ตอนยอดนิยม