Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suami Idaman

Suami Idaman

“Nemu buku ini. Kayaknya kamu cocok.” Aya menerima buku itu dengan ragu. Ia buka-buka sedikit, matanya lalu melirik ke halaman dengan puisi berjudul “Yang Tak Pernah Dijemput.” Ia membacanya pelan. > “Bukan karena aku tak ingin datang, Tapi karena kamu terlalu pandai menutup pintu. Bahkan ketika aku mengetuk, Hatimu sibuk pura-pura tak mendengar.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as imaji puisi
Read
+Library
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Ruangan ini terasa seperti kaca, tidak ada suara, tidak ada kata-kata, hanya gema samar dari sesuatu yang tidak bisa kujelaskan dengan logika manusia. Aku tersentak. Apakah inii… alam pikiran kucing itu? Bayangan-bayangan melintas di sekelilingku—fragmen gambar yang buram, terputus-putus, seperti potongan memori yang tidak memiliki kesinambungan yang jelas. Aku melihat kilatan cahaya, gerakan cepat, sensasi berlari, mencium sesuatu, ketegangan yang tajam di udara. Tidak ada suara yang berbentuk kata, hanya gelombang emosi yang berdenyut-denyut di sekelilingku. Ada marah, waspada, takut… tapi juga sesuatu yang lebih dalam. Sebuah ketidaknyamanan yang sulit kugambarkan dengan bahasa manusia.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as imaji puisi
Read
+Library
Sasakala

Sasakala

keluh Nyimas “ Kamu harus banyak membaca Nyimas. Biar imajinasimu berkembang. ” “ Kita perlu imajinasi ya untuk mendongeng ? ” “Dari imajinasi itu kamu bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang. Jadi orang akan tertarik mendengar dongengmu. ” jawab Zamrud sambil mengelus lembut rambut Nyimas Nyimas telah selesai dengan tataannya di meja makan. Kali ini menggeser kursi menghadap ayahnya.
9.82.9K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as imaji puisi
Read
+Library
Sebatas Mimpi

Sebatas Mimpi

Lama ia memandang foto itu, mengingat setiap detailnya, membayangkan dengan jelas setiap hembusan angin yang ia rasakan ketika disana, pemandangan serba hijau, taman yang indah. Cahaya terang memenuhi pandangannya, dan Renata sudah tiba dalam mimpinya.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as imaji puisi
Read
+Library
Antara Aku Dan Kamu

Antara Aku Dan Kamu

"Impian kamu?" "Yah, impian yang udah sirna. Mimpi sebagai wanita berkarier kini hilang hanya karena keegoisan kamu, aku bukan hanya menjadi pajangan saat kamu bawa ke jamuan orang-orang berada tapi, juga seperti mayat hidup yang selalu diatur." "Diam, Naya!" suara Damian menggelegar dengan keras, tangannya sedikit lagi melayang menghantam pipi Naya. Namun, untungnya hanya menggantung di udara.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as imaji puisi
Read
+Library
Cinta dan Impian

Cinta dan Impian

Brukkk Debi tersadar dari pikirannya saat menyadari jika dirinya menabrak seseorang. Saat itu Debi melihat seorang laki-laki yang tengah berdiri di depannya. Laki-laki itu memberikan tatapan menakutkan saat bajunya basah karena ke tumpahan minuman. "Ma-maaf Mas." "Maaf kamu bilang? Apa kamu tidak punya mata sampai menabrakku? Lihat, bajuku jadi basah kuyup seperti ini."
104.2K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as imaji puisi
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 210 Times as imaji puisi
Read
+Library
Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian

Atau memuji karakter yang berperan sebagai protagonis. Sebagai seorang penulis, tentu Jenna membutuhkan feedback dari pembacanya. Maka dari itu dia sangat senang dan bangga pada dirinya sendiri, saat ada pembacanya yang terbawa suasana dengan alur cerita yang dibuat. Sama seperti yang dilakukan oleh seorang pria di meja kerjanya itu. Jenna yang berdiri di ambang pintu cukup terpekur dengan pemandangan langka ini. Bagaimana bisa, suaminya sedang membaca salah satu karyanya yang berjudul 'Bukan Surga Impian'? Yang di mana isi dari cerita itu adalah tentang seorang istri kedua yang menikah karena sesuatu hal.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as imaji puisi
Read
+Library
Madu Pemberian Ipar

Madu Pemberian Ipar

ucap Viana merendah. “Viana, Viana. Selalu begitu deh kamu, tidak percayaan diri terus. Gini-gini aku ini ahli menilai karya seseorang loh walaupun aku sendiri gak bisa buat karya yang bagus dan menurutku gambar kamu ini bagus,” cetus Ima dengan lantang. Viana baru saja akan merespon perkataan Ima ketika tiba-tiba terdengar sebuah suara yang menyela percakapan mereka.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as imaji puisi
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1010.3K viewsOngoingAdded to Library 381 Times as imaji puisi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status