JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
Imam sudah membacakan ayat di rakaat pertama.
Sosok itu lebih tinggi dari bahuku, matanya tak melihat ke bawah, melainkan lurus ke depan. Aku mulai goyah, firasatku sudah tak enak, ku beranikan diri menoleh ke arahnya. Mendongak seperti ingin mengintip siapa dia. Tapi, belum sampai wajah kami saling menatap. Dia tiba-tiba berpindah ke belakang. (Tak ada tanda-tanda langkah kaki terdengar, tapi, aku bisa melirik dia berjalan pelan ke belakang.)