Bagaimana Denganku
Pertanyaan itu seketika mengubah atmosfer di ruangan itu, yang awalnya hangat, sedikit mendngin, walau hanya sesaat.
"Dia baik," jawab Varel, senyumnya kini di hiasi kehangatan. "Jauh lebih baik. Dia... pahlawanku, Dam. Dia yang menyelamatkanku dari kebodohanku sendiri, dan yang aku syukuri banget adalah dia juga mau memafkan aku, aku seperti terlahir untuk ke dua kali, Dam."
Adam mengangguk paham. "Aku dengar dari Inge dia sudah kembali ke rumah. Maaf aku belum sempat menjenguk. Aku pikir, kalian butuh waktu untuk berdua, tidak mau mengganggu."
Sikat na Kabanata