Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bagaimana Denganku

Bagaimana Denganku

Pertanyaan itu seketika mengubah atmosfer di ruangan itu, yang awalnya hangat, sedikit mendngin, walau hanya sesaat. "Dia baik," jawab Varel, senyumnya kini di hiasi kehangatan. "Jauh lebih baik. Dia... pahlawanku, Dam. Dia yang menyelamatkanku dari kebodohanku sendiri, dan yang aku syukuri banget adalah dia juga mau memafkan aku, aku seperti terlahir untuk ke dua kali, Dam." Adam mengangguk paham. "Aku dengar dari Inge dia sudah kembali ke rumah. Maaf aku belum sempat menjenguk. Aku pikir, kalian butuh waktu untuk berdua, tidak mau mengganggu."
106.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 226 Beses bilang jawaban dari kumaha damang
Read
+Library
DENDAM BERKALANG NODA

DENDAM BERKALANG NODA

kata, Paman Laura yang datang untuk mengancam, pria itu melotot dengan mengerikan, sambil terus berteriak. "Hei pria gila! Apa maksud dari perkataanmu itu?! Mimpi kau dapat membunuh wanita itu! Berhenti mengkhayal dapat menyakitinya lagi, atau mengganggunya, sebaiknya kau memikirkan dirimu sendiri, mungkinkah kau masih memiliki waktu untuk merealisasikan harapannmu yang ingin mengambil nyawa dia? Apakah kau pikir aku akan memberikan kesempatan itu? Aku tanya, dan sebaiknya kau tidak bermain dalam menjawabnya." Clair dengan cepat merendahkan tubuhnya, dia jongkok sambil menginjak kepala paman Laura. Mengetahui Clair yang sangat dekat dengan dirinya, membuat pria itu sangat terkejut, juga keta
104.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 104 Beses bilang jawaban dari kumaha damang
Read
+Library
Kisah Dari Bahari

Kisah Dari Bahari

Disana berdiri banyak tonggak dari kayu besar, beberapa darinya memiliki warna kayunya bercampur dengan hitam seperti bekas terbakar. Dama berada di bagian depan kerumunan, tempat yang dimana dia mudah untuk menyaksikan aksi yang akan datang. Stila berusaha menghampirinya, dengan harus menyenggol orang lain untuk bisa berhasil. Jika ada yang protes, satu lirikan dari perempuan itu membungkam mulut mereka. "Apa yang dia inginkan dengan kamu?" tanya Dama. Stila mengangkat sekantong uang yang mengeluarkan bunyi merdu saat digoyang. Dia tersenyum sumringah. "Dia memberi kita uang. Tidak disangka-sangka, eh dapat rezeki."
2.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 54 Beses bilang jawaban dari kumaha damang
Read
+Library
Berubahnya Istri yang Nyaris Kau Buat Gila

Berubahnya Istri yang Nyaris Kau Buat Gila

Bab12 "Dam, apa ini?" Wanita paru baya yang kak Adam panggil Mamah itu menatap bingung sambil melempar tanya. Aku dan kak Adam merasa kikuk, ditambah Bulan yang susah ditenangkan. "Dam, jawab!" pintanya dengan wajah yang mulai kesal. "Istri Adam, Mah!" Spontan jawaban kak Adam, membuat aku syok berat. Apa- apaan ini?
1034.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 721 Beses bilang jawaban dari kumaha damang
Read
+Library
Thirty Days

Thirty Days

tanya Paman Khamdi tersenyum lembut. Mr. Dharma adalah ayah dari Paman Khamdi. Lelaki baya itu mengangguk pelan, sudah tak tahu ia sebetulnya baik-baik saja atau tidak. Yang terpenting ia harus telihat baik-baik saja di depan Putra semata wayangnya itu, ia harus bertahan di kondisi jantungnya yang makin hari makin melemah. "Aku baik-baik saja, Khamdi! Tapi bagaimana keadaan anaknya Dama? Apa dia sudah sadar? Dia sudah mau berbicara?" tanya Mr. Dharma penasaran.
2.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 94 Beses bilang jawaban dari kumaha damang
Read
+Library
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Lantunan suara adzan terdengar merdu di kumandangkan pada masid-masjid di sudut kota. Damar menatap rumah kecilnya dari kejauhan dan terlihat sosok wanita dengan cemas menunggu putranya pulang.“Mama” Ucap Damar lalu menyodorkan tangannya untuk bersalaman. “Damar! Kamu dari mana saja Nak?” “Maaf Ma! Damar telat pulangnya.” “Ya ampun Mama khawatir Nak! Udah sekarang makan dulu ya, Kamu belum makan Kan?”
106.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 210 Beses bilang jawaban dari kumaha damang
Read
+Library
Janda Laila

Janda Laila

Pinta Mama, mengelus lenganku. "Iya, Ma," sahutku meraih telapak tangan Mama. Mencium punggung tangannya. Begitu pula Damar, ia mencium punggung tangan wanita yang melahirkannya dengan takzim. *** "Sayang, kamu serius 'kan?" tanya Damar di tengah perjalanan pulang. Aku menoleh sembari mengukir senyum. "Serius apa?"
9.8149.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.9K Beses bilang jawaban dari kumaha damang
Ipakita ang mga Review (32)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Basahin ang Lahat ng Review
Terjerat Pesona Nyonya Bos

Terjerat Pesona Nyonya Bos

"Siapa, Dam?" Seulas senyum terukir di sudut bibir pria berambut ikal itu. Jelas Guntur tambah penasaran karena semula Damar tengah bersitegang dengannya. "Sepertinya kali ini semesta berpihak kepadaku, Gun." Damar berucap sambil meregangkan tangannya ke atas. Pria berhidung mancung itu menjelaskan bahwa tadi yang telepon adalah Danu, temannya di Desa Pendul, tempat Damar KKN dulu.
101.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 49 Beses bilang jawaban dari kumaha damang
Read
+Library
My Assistant, My Husband

My Assistant, My Husband

[Madre: Beautiful isn’t it? “Yang benar saja!” desis Damar dengan pelan. “Haruskah mengirim foto seperti ini?” ***To be continued***
103.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 116 Beses bilang jawaban dari kumaha damang
Read
+Library
Ditalak Di Pelaminan

Ditalak Di Pelaminan

lanjutnya “Apa aku tidak salah dengar? Bukannya kamu ya yang tidak tahu diri? Kamu yang seharusnya malu, bukan aku.” Dahayu membalas ucapan Damara — dengan intonansi suara yang terlampau tenang, “Apa kamu tidak sadar? Kamu itu wanita murahan, Damara. Dan kamu sangat pantas dicap sebagai wanita perusak rumah tangga orang. Sadar, Damara! Kamu yang seharusnya sadar!” lanjutnya
3.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 103 Beses bilang jawaban dari kumaha damang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status