Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LEBIH BAIK KITA BERPISAH

LEBIH BAIK KITA BERPISAH

Biru menoleh sekilas lalu kembali fokus pada stir di tangannya. "Hemm… iya." "Pantes aja, aku ngerasa kita jodoh. Ternyata nama kita mirip banget ya." "Cuma kebetulan." "Nggak ada yang kebetulan di dunia ini Senja. Atau gimana kalo aku panggil Jingga aja. Jingga dan Biru, keren sekali. Apalagi kalo udah ditulis di kertas undangan." "Jangan ngaco kamu."
1045.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai jingga dan senja
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Sepupu

Menikah Dengan Sepupu

Lalu, keduanya masuk kembali dalam rumah. Warna jingga menyambut matahari tenggelam di ufuk barat. Langit senja itu tampak indah Salsa perhatikan. Sebentar lagi magrib dan dia masih dalam perjalanan menuju pantai. Berada di jalan raya bersama pengendara lain.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai jingga dan senja
Baca
+Pustaka
Rahasia Senja

Rahasia Senja

) cetus Dimas, menyudahi pembicaraan seolah Senja adalah objek yang bisa dibicarakan seenaknya. Senja hanya bisa menunduk merasakan sesak di dadanya, seperti ada beban berat menimpanya, membuatnya kesulitan bernapas. Sampai ada seorang gadis, yang berpakaian gaun minim berwarna merah menyala dengan potongan cut-out di pinggang dan riasan smokey eyes tebal yang dramatis.
9.97.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai jingga dan senja
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

kata Mama Ayu sambil tersenyum. "Mama nyebelin," ucap Ayu sambil mengangkat kepalanya. Kenzo-pun tersenyum melihat Ayu yang begitu anggun dengan gaun berwarna hitam yang dihiasi kerlap -kerlip bunga indah. "Kenzo," kata Ayu sambil berjalan mendekati laki - laki yang sedang memandanginya didepan pintu rumahnya itu. "Hai Ayu, kamu cantik sekali malam ini," kata Kenzo.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai jingga dan senja
Baca
+Pustaka
Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

Luther tidak berbohong dengan senja yang tidak seharusnya dilewatkan di halaman belakang villa tua peninggalan keluarganya. Semburat jingga dengan gradasi ungu pekat dan merah muda menyebar serentak—seakan sedang berada di dunia lain. “Aku tidak pernah menyangka Vallmont memiliki senja yang nyaris tanpa cela.” Mata Aurora tak lepas dari gradasi langit yang terus berubah sepersekian detiknya.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai jingga dan senja
Baca
+Pustaka
Iblis Yang Mencintaiku

Iblis Yang Mencintaiku

Sinar senja menggoreskan warna lembayung di cakrawala, membuat pepohonan tinggi di hutan serta burung-burung yang melintas tampak seperti siluet gelap. Semua pemandangan itu terpantul jelas di kedua mata Jung Ara. Gadis itu duduk diam di atas tempat tidur, menatap keluar jendela tanpa berkedip. Iris dark brown miliknya tampak seperti lelehan madu saat cahaya senja memantul di sana. Namun, perlahan, warna itu menghilang. Digantikan gelap yang suram saat matahari tenggelam sepenuhnya. Malam datang. Rembulan masih bulat sempurna, tetapi tak lagi memancarkan cahaya kebiruan seperti biasanya. Dan Ara masih diam di tempatnya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai jingga dan senja
Baca
+Pustaka
Lelaki Penakluk Nona Muda

Lelaki Penakluk Nona Muda

Di ujung cakrawala, langit telah menampakkan warna jingga, pertanda senja akan segera menyapa. Gianna menengadah. Warna jingga di bentang cakrawala perlahan mulai memudar. Terusir oleh gumpalan awan hitam yang muncul tiba-tiba. Berarak cepat dari segala arah. Kilat pun mulai memamerkan pedang langitnya. “Aiyaa … bakal hujan lebat nih!” gerutu Gianna dengan jantung berpacu cepat.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai jingga dan senja
Baca
+Pustaka
Sejuta Untuk Sekali Menyusui

Sejuta Untuk Sekali Menyusui

“Terima kasih karena tetap tinggal. Terima kasih karena memilih kami.” Jihan tidak membalas dengan kata, tapi pelukannya menjawab semuanya. Hangat. Dalam. Penuh makna. ______ Senja menjingga melukis langit dengan warna keemasan. Burung-burung beriringan pulang ke sarang, seakan alam pun tahu: hari ini akan diakhiri dengan sesuatu yang istimewa.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai jingga dan senja
Baca
+Pustaka
Adiptara Family's

Adiptara Family's

Senja menyorot wajah rupawannya dengan luar biasa melalui kaca jendela transparan, cahaya kekuningan menyapu rupa itu dengan gradasi yang memukau. Gelap terangnya berada di titik yang pas membuat visualnya kian indah. Dan tidak ada yang bisa mengubah hal tersebut. Perpaduan senja dan dirinya menyatu dengan kuat, seakan apapun tidak dapat memisahkan. Kendati demikian, dia merupakan bagian dari istilah 'burung dalam sangkar emas'. Dan Rain sangat mengutuk istilah tersebut.
9.922.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 843 kali sebagai jingga dan senja
Baca
+Pustaka
MENAWAR TAKDIR

MENAWAR TAKDIR

Senja di Kediaman Jenderal Langit berubah warna menjadi jingga keemasan saat matahari perlahan tenggelam di ufuk barat. Angin musim semi berembus lembut, menggoyangkan kelopak bunga plum yang bermekaran di halaman kediaman Jenderal Zhao. Aroma tanah dan embun bercampur dengan wangi teh hangat yang baru saja dituangkan oleh Lian di meja batu.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai jingga dan senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status