Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tilasmat

Tilasmat

jawabnya seraya buru-buru turun dari lantai atas dengan kotak P3K di tangannya. Kuedarkan pandangan kesekitar untuk mencari tanaman teklan yang biasa digunakan untuk menutup luka agar cepat mengering. Dapat. Aku pun segera kembali ke bawah dan mengambil beberapa helai daunnya. Setelah dicuci bersih, kuremas agar sedikit hancur dan membarikannya pada Sri yang terlihat meringis menahan perih. "Terima kasih." Aku hanya mengangguk sekilas dan segera berpamitan setelah memastikan Ayu membalut luka itu dengan kain kasa.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai kain kasa untuk luka
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Sang Jenderal

Istri Kedua Sang Jenderal

Ia membuka kotak P3K dan mengeluarkan sebotol cairan pembersih luka, antiseptik, kain kasa, dan kain perban. Kaiden hanya diam saat Anna membersihkan lukanya dengan hati-hati. Luka di telapak tangan Kaiden bukan luka ringan biasa. Kulitnya terkelupas dan dagingnya terlihat. Seolah tangan Kaiden baru saja terkena ledakan kecil. “Ini bukan luka ringan dan kau mencoba untuk tidak mengobatinya?” Anna menatap penuh cibiran.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai kain kasa untuk luka
Baca
+Pustaka
Edisi Kelas

Edisi Kelas

Membersihkan luka dengan alcohol kemudian memberikan obat luka dan membalutkannya denga kain kasa serta yang terakhir menempelkan hansaplast. “Udah selesai. Lukanya kecil kok. Cuma kita telat aja ngobatinya. Makanya banyak darah yang keluar.” kata Nando menenangkan. “Makasih bang.” Cira menggerakkan kakinya perlahan, kemudian sedikit memutarkan pergelangan kakinya. Dan tidak sesakit tadi. “Syukur deh.” kata Agung lega. “Mendingan kamu istirahat aja deh. “Biar aku yang jagain kamu di sini.”
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai kain kasa untuk luka
Baca
+Pustaka
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

"Ijin kenapa?" "Katanya sakit." Kata Karin sambil menyemprotkan sabun cair ke permukaan meja. Hari ini mereka jaga pagi. Luka di tangan Fira sudah membaik, perbannya telah dilepas, diganti handsaplast. Ia melakukan pula pada keningnya, sebab tidak ingin terlihat menyedihkan.
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai kain kasa untuk luka
Baca
+Pustaka
Halalkan Aku Saat Hilal

Halalkan Aku Saat Hilal

"Kenapa pakai infus Mas?" "Saya cuma butuh cairannya, bukan mau infus kamu." Dengan segera Daffa menyiram tangan Mazaya dengan cairan infus. "Saya cuma punya ini untuk pertolongan pertama, dan untungnya ada teman saya yang bawa obat luka ini. Jangan lupa oles tiga kali sehari agar tidak membekas." "Iya, makasih Mas." "Jadi siapa orang - orang diluar itu Mas?"
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai kain kasa untuk luka
Baca
+Pustaka
Gelora Asmara CEO

Gelora Asmara CEO

Kedua adik kakak itu terus melontarkan candaan di saat Kalingga mulai mengobati luka Zunair, lalu mengganti perbannya. “Gimana keadaannya, Mas Kal?” Citra masih terlihat mengkhawatirkan. “Lukanya udah mulai kering kok, soalnya luka tusuk yang dialami Mas Zuna enggak dalem, masih di permukaan kulit dasar jadi bisa kuhandle di rumah, beda lagi kasusnya kalau luka tusuknya parah, Mas Zuna harus dirawat di rumah sakit. Tapi kenapa bisa seperti ini sih, Mas?” tanya Kalingga yang satu pemikiran dengan Citra, meski dia sudah tahu dengan jawabannya dari Dave semalam.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai kain kasa untuk luka
Baca
+Pustaka
PLAYBOY KENA BATUNYA

PLAYBOY KENA BATUNYA

Dan pria itu tidak merasakannya. “Astaga, Maass,” keluhnya dengan wajah sedih. Melepas Katon untuk berpindah ke meja dan barang-barangnya. Mencari obat Katon, anti nyeri dan anti infeksi. Suaminya menderita luka bakar ringan tanpa Katon sendiri sadari dan rasakan.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai kain kasa untuk luka
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Bos Baru

Terjerat Hasrat Bos Baru

Marissa kembali duduk di meja dokter. "Karena ada sedikit infeksi dan lukanya cukup dalam, Anda harus sering membersihkan luka dan mengganti perbannya! Nanti saya akan buatkan resep obat pereda sakit, antibiotik, antiseptik, dan kasa steril. Kalau bisa, jangan dulu terkena air selama dua hari," jelas dokter sambil menulis resep untuk nantinya diambil di depan. Setelah selesai, Marissa dan Delila keluar dari ruang periksa. Mereka duduk kembali di ruang tunggu untuk menunggu obat.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai kain kasa untuk luka
Baca
+Pustaka
Resent Wolves

Resent Wolves

kata Cailey. Penjaga itu tampak berpikir dan menimbang-nimbang sesuatu. Cukup lama, hingga membuat Cailey mengetukkan sepatunya pada lantai. Penjaga itu tampak mengerutkan dahinya sebelum berkata pada Cailey, “Maaf tetapi dua puluh tahun aku bekerja, aku belum pernah menjumpai obat dengan waktu penyembuhan secepat itu. Itu keinstanan yang hampir tidak mungkin. Jika memang luka parah, kau bahkan perlu perawatan dokter dan bukan hanya membeli obat saja kurasa." Cailey menyatukan alisnya, “Ah begitu ya, baiklah aku akan membeli tiga bungkus kasa dan antiseptik saja.”
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai kain kasa untuk luka
Baca
+Pustaka
Get Pregnant

Get Pregnant

Caca memasang sabuk pengamannya, " Ayo pergi." Bram juga terdiam dan mengantar Caca langsung ke Kota mimpi. Ketika sampai di pintu, Caca baru saja akan turun ketika sebuah botol putih kecil muncul di depan muka Caca. "Apa itu?" “Obat penghilang bekas luka, kata klien ku, ini sangat efektif menghilangkan bekas luka, dan dijamin membuat wajahmu lebih halus juga lebih lembut dari sebelumnya, aku tidak tahu apa itu benar atau tidak, jadi ambillah dan coba saja, aku ingin melihat hasilnya.”
9.5112.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kain kasa untuk luka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status