Jimat Tali Mayat
kataku dengan seringai gembira, layaknya bocah dibelikan jajanan.
Ki Jarok mengusap jenggot, seraya menatapku tajam. "Hanya saja, jangan kaulupakan janji untuk mengurua dan merawat jimat itu," imbuhnya setengah mengancam. "Kalau tidak, kelak penghuninya akan turut menikmati dan mencelakai apa pun yang kaumiliki."
"Aku paham, Ki," balasku, "darah ayam hitam setiap malam Jumat Kliwon, 'kan?"
ตอนยอดนิยม