Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Syamwiekcerita dengan omkalau akucerita dikocokin mamakata kata dibalik senyumku
Aku memelotot balik, “Loh! Aku ini berpikir realistis! Masa depan itu penting! Tabungan itu penting! Renov apartemen itu MAHAL, Sa!”
“Binar,” suara Om Kais turun satu oktaf. Campuran geli dan ya-Tuhan-ini-anak-kok-begini. “Kamu tahu nggak, kalau kita tinggal di rumah Mama, itu bukan hemat. Itu nambah masalah.”
Aku mengerjap. “Loh, kok jadi masalah?”
“Kamu yang bilang sendiri,” sahutnya sambil menatapku. “Mama terlalu sayang sama kamu. Nanti kamu manja gak bisa belajar mandiri.”