BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA
“Ngapain kamu ngarepin dia berubah, Mas? Watak itu susah lho, buat diubah. Sudah melekat sejak dalam kandungan. Kamu yang harusnya berubah haluan dan move on. Hari gini, laki-laki itu mudah banget cari pengganti!”
Aku sampia bangkit dari rebah. Terduduk sambil memeluk bantal erat-erat. Saking gemasnya.
“Move on? Susah, Diba. Lagian, siapa yang mau sama cowok kaya aku? Aku ini—”
“Apa perlu aku sebutin satu per satu kelebihan kamu, biar kamu percaya?”
O-ow! Hatiku rasanya buncah. Ingin raga ini terbang ke angkasa sana. Gila perempuan ini! Pandai sekali membuat mood-ku naik.
Bab Populer