Kakak Ipar Adalah Maut
Gala berpikir sejenak dan dia mulai merasa ada sesuatu saat suara Calya terdengar, wanita itu menyeringai dan berkata, “Kita berhutang budi sama Karina, jadi kamu harus bisa membuat dia senang. Aku sudah janji sama Karina, kalau sampai dia bisa mendapatkan dokumen kerja sama ini, kamu bisa nemanin dia. Apa pun yang dia mau.”
Setelah itu Calya menarik tubuhnya dan tersenyum senang.
Gala masih diam memegang dokumen dengan tatapan kosong dan pikirannya langsung menghilang.
“Karina … maksud Mbak Calya?” Gala bertanya karena kurang paham dengan maksud perkataan kakaknya itu.
Sementara Nala berdiri di balik pintu berusaha mendengarkan percakapan antara kakak beradik itu, tapi sayang dia sama sekal