Susahnya Jadi Mas Joko
“Dua belas jam perjalanan darat, satu jam menyeberangi selat, ditambah dua jam perjalanan lagi menggunakan bus kecil, akhirnya aku pun sampai di Selat Panjang. Badankku lelah, tapi hatiku lebih letih.”
“Mas Joko, kamu tahu, aku tiba di kota kelahiran kita ini dengan perasaan yang hancur. Mungkin, karena aku pulang ini dengan membawa diriku, mimpi, dan juga cita-citaku yang telah hancur. Kali ini aku merasa ada yang aneh. Bukan kepada kota dan penduduknya, tetapi rupanya kepada diriku sendiri. Bagaimana tidak? Dulu aku pergi sendiri, tetapi sekarang aku pulang dengan kondisi yang berbadan dua.”
Hot Chapters