Cacian Keluarga SuamiKu
kata Arthayasa pelan, “aku ingin kita segera membangun rumah kita sendiri. Rumah kecil, sederhana, tapi penuh cinta.”
Ayudia tersenyum, matanya berbinar. “Aku juga ingin. Tapi jangan terburu-buru, Artha. Kita nikmati dulu setiap langkahnya.”
Mereka lalu membicarakan banyak hal—tentang pekerjaan, tentang anak-anak yang kelak mereka impikan, tentang kebahagiaan yang sederhana. Waktu berjalan tanpa terasa, sampai akhirnya mereka tertidur di sofa, bersandar satu sama lain.
Bab Populer