Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Brak Yuda menggebrak meja disebuah gudang kosong di kawasan Jakarta. Dia marah sang paman telah gagal mengikuti jejak Agista. Yuda sekarang tidak bisa mengetahui keberadaan Agista, termasuk nomor teleponnya karena sepertinya Agista sudah mengganti nomor jauh-jauh hari. "Kenapa paman bisa selengah itu sih mencari informasi?"
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai kata kosong
Baca
+Pustaka
Antara Hormat dan Hasrat

Antara Hormat dan Hasrat

Tapi untuk memastikan tidak ada pesan. Dan justru karena tidak ada pesan, dadaku terasa kosong. Bukan kosong yang lapang. Kosong yang menarik ke dalam, seperti sumur gelap yang tidak terlihat dasarnya. Aku memegangi tepi sofa. Napas perlahan menjadi satu-satunya hal yang terdengar. “Ini bukan rindu,” kataku pada diriku sendiri. Tapi jika bukan rindu,
10773 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kata kosong
Baca
+Pustaka
BAYANGAN PENASEHAT AGUNG

BAYANGAN PENASEHAT AGUNG

Tidak jauh dari jalur utara. Tidak ada nama. Hanya kode. Serath ikut melihat dan wajahnya langsung berubah. “Itu…” Orvek melihat reaksi mereka. “Ah. Jadi kau mengenalnya.” Rael menoleh sedikit. “Apa itu?” Serath menjawab pelan, “Wilayah kosong.” “Kosong?” “Secara resmi tidak ada,” lanjut Serath. “Tidak tercatat di jalur umum. Tidak masuk administrasi Dewan. Tapi rumor tentang tempat itu selalu muncul.”
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai kata kosong
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

“Mustika! Mustika!” “Dimas!” Baskara membuka setiap pintu kamar satu per satu, memeriksa setiap sudut rumah tanpa terlewat. Kosong. Sepi. Tak ada seorang pun. Aku dan anakku benar-benar sudah pergi. Tanpa sepatah kata pun. Tanpa pamit. Baskara terduduk di sofa, suasana hatinya campur aduk.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai kata kosong
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Dia menyipitkan mata saat semakin dekat karena Zahra tidak asing dengan wajah itu. “Mas? Kursi ini kosong? Boleh saya duduk disini? Tidak ada meja kosong lagi.” Zahra tersenyum sopan saat bertatapan. Dia menghela napas lega saat lelaki yang makanannya tersisa separuh itu mengangguk tidak keberatan. “Tumben sore-sore kesini? Biasanya jam makan kantor datangnya.”
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 634 kali sebagai kata kosong
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Jempolnya refleks mengetik satu nama di kolom pencarian kontak. Rendra. Kosong. Tidak ada kontak. Tidak ada chat lama. Tidak ada apa-apa. Sepuluh tahun berlalu tanpa kabar. Tanpa apa-apa. Selin mengunci layar lagi. Ia menjatuhkan ponsel ke kasur, lalu duduk diam beberapa detik. Rasanya aneh— bukan sedih, bukan marah. Lebih ke kosong. Seolah sebagian hidupnya pernah terlipat rapi, lalu hilang begitu saja tanpa bekas.
10797 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kata kosong
Baca
+Pustaka
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Tidak ada satu pun pesan masuk. Hatinya terasa kosong. Rasa lelah dan kesepian yang sulit dijelaskan perlahan menyeruak. Kini, di perusahaan hanya tersisa dia seorang diri. Tanpa sadar, dia pun membuka mulut. "Teresa." Ini adalah pertama kalinya dia menyebut nama itu sejak Teresa pergi. Nama itu seolah-olah membawa kutukan. Begitu diucapkan, dia teringat semakin banyak hal tentang Teresa.
8.9127.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai kata kosong
Baca
+Pustaka
BREATHLESS (Losing You)

BREATHLESS (Losing You)

"Kau membuat kekosongan ini menjadi penuh makna dan cerita, Bagaimana mungkin aku tidak menyukaimu?" -Aksa Mahatma- *** Aksa mengerjap pelan dengan satu tangan refleks terulur ke samping. Merabai permukaan sprei, mencari keberadaan sosok yang menemani permainan panasnya tadi sore. Kosong. Gadis itu tidak ada.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai kata kosong
Baca
+Pustaka
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Ia melihat apa yang membuat Kael, Lucia, dan semua orang menahan napas: kehampaan—kosong yang bukan sekadar tidak ada. Di balik hitam itu bukan jiwa yang hilang, bukan wajah yang menolak; hanya satu amarah murni, tanpa cerita, tanpa tujuan selain menghancurkan. Kinari menarik napas panjang, hatinya mencuri rasa terhadap makhluk-makhluk yang pernah ia panggil: “Tharumen,” ucapnya dalam hati, “aku mengikatnya, bukan memakannya.”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai kata kosong
Baca
+Pustaka
AKU TANPAMU

AKU TANPAMU

Aku bergidik saat memahami maksud dari kalimatnya tadi. “Udah ah. Katanya banyak kerjaan.” “Kamu sih aneh-aneh aja sampai video call segala. Oiya, anak-anak mana, Dek?” “Nih, lagi main puzzle.” Kuarahkan kamera ponselku pada Khanza dan Ghazy yang tengah bermain. Masa Fahry pun menyapa anak-anak satu persatu sebelum memutuskan sambungan telepon. ***
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai kata kosong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status