PERMINTAAN GILA KAKAKKU
“Antum itu tak tahu diri, Kang. Sombong, tinggi hati. Marah pada Gusti Allah seperti manusia paling nelangsa saja. Padahal Gusti Allah sudah memberikan segalanya. Antum itu buta. Hati antum sudah tak bisa melihat apa yang diberikan Gusti Allah. Bukan hanya karena mengambil satu orang itu tanda Gusti Allah membencimu, Kang. Allah azza wajalla tetap memberi antum dengan banyak anugerah, bahkan Dia menunggu Antum untuk kembali setiap waktunya. Sakit bukan merindukan istri, Kang. Dia, Allah azza wajalla, merindukan antum dari dulu.
“Sudah lah. Apa yang antum cari, Kang? Hidup kita tak akan lama. Bisa tenang dan damai saja itu sudah anugerah. Dan ketenangan itu tidak akan kita dapatkan jika jauh