KESEPIAN ABADI
Mereka hanya menghembuskan napas pelan melihat tanggapanku, aku memang tidak tahu-menahu mengenai Salsha, aku hanya ada niat menjenguknya pulang sekolah nanti.
Tubuhku tiba-tiba saja menegang saat aku menoleh pada meja samping kiri tempat aku duduk, aku bisa melihatnya dengan jelas, kumpulan siswa-siswi berwajah pucat, mereka ada yang menunduk, ada yang mendongak dengan tatapan kosong, mereka tidak saling bicara, dari raut wajahnya yang pucat aku bisa merasakan sebuah, Kesepian.
“Van, Nevan…” Suara Rio mengagetkanku.
Hot Chapters