Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RASHVA: LEGENDA PENAKLUK IBLIS

RASHVA: LEGENDA PENAKLUK IBLIS

“Eh? Dari mana Tuan mendapatkan semua pengetahuan ini? Bukankah Tuan baru saja memulai latihan?” “Dari novel dan game. Hehehehe.” “Apa itu novel dan game?” “Di sini tidak ada novel dan game?” gantian Rashva yang heran. Rikka hanya menggeleng. “Novel adalah sejenis buku atau kitab karangan manusia yang berisi cerita-cerita yang mengagumkan. Bisa tentang kepahlawanan dan lain-lain. Sedangkan game adalah sejenis permainan untuk hiburan.”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai kesimpulan novel ipa dan ips
Baca
+Pustaka
Kinara Setengah Manusia Setengah Burung

Kinara Setengah Manusia Setengah Burung

“Memang hobiku membaca novel dan buku-buku non ilmiah. Di samping itu aku menggilai buku-buku sejarah koleksi papaku. Tak ku sangka hal itu amat berguna di sini. Bukankah perlu kerjasama dri berbagai disiplin ilmu pengetahuan untuk mengungkap kebenaran sebuah temuan? Sejatinya kita tidak bisa hidup hanya dengan mengandalkan satu cabang disiplin ilmu. Keanekaragaman dan luasnya ilmu pengetahuanlah yang membuat manusia mampu memecahkan setiap permasalahan dan juga bisa diunakan untuk mendeteksi seberapa tinggi suatu peradaban.” “Kali ini kita akan lebih banyak membutuhkan inovasi dan strategi dari buku-buku bacaanmu terdahulu untuk bisa lolos hingga melewati labirin maut serta menemukan hal ya
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai kesimpulan novel ipa dan ips
Baca
+Pustaka
Suamiku seorang Mata-Mata

Suamiku seorang Mata-Mata

“Kau mengeluarkan buku paket IPS.” Bayu mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia lalu berdeham. “A-aku cuma ingin belajar IPS. Aku sedang menghafalkan nama-nama negara di benua Asia.” Joana mengangguk. Ia memperhatikan bocah yang ada di belakang Bayu, Aldo. Bocah itu tampak serius memainkan game. Beberapa kali bahkan mengumpat.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai kesimpulan novel ipa dan ips
Baca
+Pustaka
CINTA 1950

CINTA 1950

Selain Cindy aku juga dekat dengan Rina, Jessie, Reva dan Novel. Diantara mereka berlima hanya Novel yang masuk ke kriteriaku. Novel adalah anak X.4. Dia adik kelasku, aku sekarang kelas XI IPS 3. Novel hitam manis dan pendiam, aku masih terus berusaha agar dia mau meluluhkan hatinya untukku. Sedangkan Rina, Jessie dan Reva adalah kakak kelasku. Hanya Novel dan Jessie yang memang aku dekati secara personal. Sisanya, mereka yang mendekati dan mengejarku. Teman-temanku sempat iri, karena Rina terkenal pemilih dalam pasangan. Bisa-bisanya dia terpikat oleh pesona orang-orangan sawah ini.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai kesimpulan novel ipa dan ips
Baca
+Pustaka
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

“Nah iya, makanya, Matari akhirnya pilih IPS di kelas 2 nanti. Di IPS juga ada hitung menghitung, Yah, ada akuntansi, matematika juga tetep ada kok.” “Bukan masalah itu, Ri, bukan masalah tetep ada pelajaran hitung menghitung atau nggak??? Nanti selepas SMA, dengan jurusan IPS, kamu akan terbatas untuk memilih kampus. Kamu mau masuk Kampus Negeri juga kan kaya Bulan? Kalau iya, akan lebih baik mengejar nilai di IPA. Karena jurusan itu nantinya bisa memilih bidang apapun. Kalau IPS, kamu nggak akan bisa milih jurusan sains. Coba Ayah tanya, emangnya kamu mau kuliah ambil jurusan apa?”
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai kesimpulan novel ipa dan ips
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

“Nggak papa, udah pilih aja. Kamu kelas Xl kan? Nah mau IPA atau IPS?” “Emm, IPS aja deh Pak,” ucap Garda setelah berfikir sepersekian detik. “Loh-loh, nggak salah pilih kamu? Di sekolah kamu dulu bukannya IPA?” tanya kepala sekolah keheranan, pasalnya dulu Garda di jurusan IPA dan dia pintar dalam urusan angka-angka. “Yakin Pak, kan tadi Bapak sendiri yang suruh Saya milih,” ucapan Garda membuat kepala sekolahnya juga menggaruk tengkuknya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai kesimpulan novel ipa dan ips
Baca
+Pustaka
Unpredictable Husband

Unpredictable Husband

Tugas anak IPS berbeda dengan anak IPA, anak IPS disuruh untuk mengamati kegiatan ekonomi di sekitar pantai beserta mitos dan sejarah pantai tersebut. Banyak murid-murid yang mengeluh. Pantainya terlalu indah untuk diabaikan demi mengerjakan tugas. Ziya menghela napasnya malas. Nanda menghampirinya mengajak mengerjakan tugas tersebut bersama-sama. Tugas tersebut memang bukanlah tugas kelompok, jadi bisa dikerjakan dengan siapa saja.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai kesimpulan novel ipa dan ips
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

tanya Matari saat Lisa sudah mengangkat teleponnya. Meskipun Lisa tidak pintar dalam mata pelajaran apapun, ingatan dia untuk tugas dan PR cukup baik. Hanya tidak pernah bisa mengerjakannya saja. “IPS Sejarah, buka halaman 31, di situ ada essay itu dikerjakan. Terus Bahasa Indonesia di LKS (Lembar Kerja Siswa) dari hal 11 sampe 12. Semua.” Sahut Lisa. “Banyak banget, Lis. Lu udah?”
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai kesimpulan novel ipa dan ips
Baca
+Pustaka
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

“Maksudnya enggak bisa mengandalkan situasi saat itu?” Ajeng mengangguk. “Karena beberapa pintu masuk ke suatu daerah sering ditutup kalau ada kerusuhan. Pengiriman barang antar daerah terhambat. Daerah yang biasa mengharap hasil bumi daerah lain jadi kesulitan. Itu sebabnya perkumpulan petani menggelontorkan ide soal bertahan dengan hasil bumi yang bisa ditanam sendiri. Mereka bertukar ilmu dan ide-ide. Kata Ibu, untuk jaga-jaga. Ibu yang enggak pernah diizinkan belajar formal, diam-diam ikut pertemuan itu. Ibu mendengar dan banyak belajar dari seorang petani muda yang cakap bernama Gagah. Ibu mengatakan kalau saat itu … dia terpesona dengan pria yang jarang bicara, tapi sekalinya bicara bi
10820.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.9K kali sebagai kesimpulan novel ipa dan ips
Tampilkan Ulasan (334)
Baca
+Pustaka
evvimn
entah berapa ratus ribu rupiah yang saya habiskan untuk membeli koin untuk membaca buku ini... Tapi semua itu worthed, bukunya bagus banget... saya bisa nangis, tertawa, senyum senyum sendiri ketika membaca buku ini....
Maxime & Reina 🩵
Aku baca bulan september 2024. Gak sengaja baca ternyata se keren itu, semenyentuh itu, sosok wira dan sulis bner bner luar biasa. Makasih kak atas karya nya.. Semoga ngga hilang kalo mau baca lagi.. 🩵🩵............
Baca Semua Ulasan
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Kursor di layar berkedip-kedip di akhir kalimat Bab 4: Hasil dan Pembahasan. ​Di hadapannya, tumpukan kertas revisi setebal bantal berserakan. Coretan tinta merah Brata ada di mana-mana, seolah naskah skripsinya baru saja disembelih. ​"Paragraf tiga halaman 56," suara Brata memecah keheningan. Dia tidak melihat Soraya, matanya fokus pada lembar print-out di tangannya. "Analisis kamu tentang 'Rasionalisasi Pelaku' terlalu emosional. Kamu pakai kata 'memanipulasi perasaan'. Itu bahasa novel, Soraya. Bukan bahasa ilmiah."
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kesimpulan novel ipa dan ips
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status