Hati Seorang Perempuan (Indonesia)
Senja mengucapkan kata tanpa suara, saat menyadari bahwa memang Sabda lah yang ada didepannya saat ini.
"Abang, ke-kenapa la-lama sekali da-datang nya?
hiks... hiks... hiks... Senja... Senja ketakutan sekali tadi, Bang! Sen-Senja ta- hiks... hiks..."
Senja pun tidak kuasa untuk melanjutkan kata-kata selanjutnya. Karena Sabda sudah mendekapnya erat di dadanya. Dari getaran dada Sabda yang terdengar bergemuruh di telinganya, Senja tahu bahwa saat ini Sabda sedang mendekapnya sambil menangis tanpa suara. Saat Senja merasakan tetesan air di lehernya, dia juga tahu bahwa Sabda juga ternyata sama sedihnya dengan dirinya saat ini.