Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

hanya senyum Dan yang terakhir kopi Ekspresso. “Se-la-mat me-nik-ma-ti Pak,” dengan senyum lebar yang di kombinasikan dengan wajah mengerut menahan amarah. Dan dari semua jenis kopi yang menghabiskan gaji hariannya menjadi OB. Tak ada satu kopi pun yang di teguk habis oleh Sagara. Semua cuma di minum seteguk-seteguk. Jaka, Bu Ida dan Lendra yang sedang di pantri merasakan aura mematikan dari arah Anita yang sedang duduk menunduk menatap kopi-kopi bekas Sagara di depannya.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Dear Dirga

Dear Dirga

“Karena emang ganggu.” Dirga terkekeh. “Tuh, kan.” Tiba-tiba Dewa datang membawa dua cangkir kopi yang mengepul harum, lalu duduk di tengah-tengah mereka. “Gue gak mau ganggu momen kalian yang manis-manis ini, tapi kopi ini harus dicoba. Arabika Sulawesi—langka.” “Thanks, Dew,” ucap Dirga sambil mengambil satu cangkir dan memberikannya ke Naykilla lebih dulu.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

Lalu, mulai menjerang air panas. Alfian telah menyelesaikan makannya ketika air dalam ketel mendidih. Airin mengangkat gagang ketel dan menuangkan isinya ke dalam cangkir yang serta merta melarutkan bubuk hitam dengan aroma kopi arabika yang khas. Alfian berdiri tepat di sisi Airin, mencuci piring bekas makannya. Airin tersenyum melihat perilaku sepupunya itu. “Apa ada yang lucu?” goda Alfian.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Trotoar juga penuh dengan beberapa pedagang sekitar yang baru saja dari atau ingin ke pasar. Sampai disana. Warung Kopi Pak Rawa. Aroma kopi sudah terasa dari jarang 2 bangunan sebelumnya. Tempat ini merupakan tempat bersejarah setelah pasar dan warung Mie Ayam Bu Sri. Sembari menunggu mas Arka menjemput. Dia dan Hasta menunggu disini. Biasanya Hasta memesan kopi dan Nyimas dengan kopi susu. Kopi disini terkenal asli. Nyimas pernah ikut membantu menggiling biji kopi menjadi bubuk. Karena itu dia tahu sedikit beberapa jenis kopi.
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

Kehangatan pun mengaliri kerongkongannya. “Kau sangat pandai membuat kopi, Alindra,” Jaka Purnama memuji. “Ah, Kakang bisa saja.” Alindra tersipu malu. Dia menepis pujian itu. “Bukan aku yang pandai membuatnya, tapi yang namanya kopi dari kerajaan pastilah enak. Sebab itu adalah kopi pilihan yang biasa diminum oleh gusti prabu dan para senopati. Aku tadi minta izin untuk masuk ke dapur istana dan membuatkannya untukmu.”
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
The Huntress Trilogy #1 Daughters of Lucifer

The Huntress Trilogy #1 Daughters of Lucifer

Kopi itu terlalu sayang untuk dilewatkan. “Kayu bakar dan kopi. Dua cara khusus untuk memanggil dirimu! Panther memang yang terbaik, bukan?!” ucap Coque terdengar begitu antusias. Merpola terlalu sibuk untuk menanggapi ucapan Coque. Wanita tua itu menyeruput dengan ekspresi yang tidak terlukiskan puasnya. “Kurasa aku sudah menemukan peracik kopi terbaikku,” gumam Merpola dengan lirikan kagum pada Coque.
9.733.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 795 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Semangkuk Kolak Penuh Kebaikan

Semangkuk Kolak Penuh Kebaikan

+++ "Weleh, mas Al, to! Lama engga lihat, kemana aja, mas?" "Haha, iya, nih mbok. Habis lulus alhamdulillah langsung dapet kerjaan. Dulu jaman skripsi padahal suka numpang nugas di sini, ya? Gegara temen dulu ada yang kos di kampung sini, sih." "Haha, iya. Mas Al mau pesen apa? Sekalian Mbok bikinkan, atau mau kayak biasanya?" "Boleh deh, mbok. Kopi Joss, pake arang, gulanya dikit aja, ya?"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Demikian, Safa tidak pernah melihat kopi di kulstar, tapi pagi ini Kanisan mengatakan bahwa kopi ada di kulstar dan akan menikmatinya. “Apakah di kulstar ada yang namanya minuman kopi?” tanya Safa tiba-tiba. Kanisan menjawab sekalian menjelaskan, “Ada. Di kulstar ada sebuah minuman yang bernama kopi dan orang-orang kulstar sangat menyukainya. Memang, menurut ilmu sejarah yang aku pelajari, bahwa minuman kopi bukan minuman asli yang berasal dari kulstar, tapi berasal dari planet lain dan dibawa oleh manusia penjelajah antar planet. Tidak ada yang mengetahui siapa orang itu, tapi setidaknya kita sampai sekarang bisa menikmati dan menghidangkan minuman yang bernama kopi. Bukankah itu adalah seb
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Dengan langkah malas akhirnya Dhea turun ke dapur untuk membuat secangkir kopi panas, kopi tubruk tradisional lebih di sukai apalagi yang ditambah gula sedikit. Duduk di meja makan dengan secangkir kopi yang masih mengepul membuatnya tampak sedikit kesepian, tidak mungkin Bram akan bergantung hingga sepagi ini, pasti Adi dan nak buahnya kan mudah menangani anak buah Frans, karena setahunya anak buah Adi itu orang-orang terlatih bahkan ada yang mantan kopasus. Tetapi ya tidak tahu juga, Dhea belum menjajal kemampuan anak buah Frans, mungkin saja walaupun tampang mereka rata-rata selenge'an namun bisa jadi kemampuannya luar biasa.
9.9270.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.8K kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status