Setitik Nila
Bagi Djiwa, permintaan Nila barusan tidak masuk akal, karena mereka pernah melakukannya satu kali.
“Waktu itu saya bawa motor, tapi sekarang, kan, enggak.” Nila meringis kecil. “Tiga menit, deh. Yang penting jangan sama-sama. Atau, tunggu saya ngelewatin pintu, baru Mas Djiwa masuk. Okeee?”
“Oke,” ucap Djiwa tidak kuasa menolak, walaupun ia merasa permintaan Nila masih tidak masuk akal. “Dan bagaimana pulang nanti?”
Hot Chapters