KAMAR KEDUA
kata Ratri.
Kucing itu berjalan santai mendekatinya, sama sekali tak terlihat takut pada orang asing. Ia menggosokkan kepalanya ke betis Ratri yang dilapisi jeans, lalu mengeong pelan seolah sedang menyapa.
Ratri berjongkok.
Tangannya mengusap bulu putih yang terasa bersih dan lembut. "Kamu kucingnya Mas Calvin, ya?"
Kucing itu kembali mengeong. Di saat yang bersamaan sebuah kenangan melintas.