Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

RAGIL "Anggur merah yang selalu memabukkan diriku belum seberapa jika dibandingkan dengan senyumanmu. Takotek, kotek dangdut, takotek, kotek, dangdut. Yihaaa!" Aku joget bablas di depan jendela kamar Susi. Sengaja di sini biar dilihat dari dalam. Aku tahu dia pasti lagi tertawa. Soalnya tadi kedengaran meski samar.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai kuduk
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

kata Pendekar Sabuk Maut sambil menyingkirkan Pendekar Pedang Kilat dari atas tubuhnya. “A–ayo!” Keduanya merangkak kabur tanpa menoleh lagi ke belakang. Kirai membersihkan luka Mahzar dengan sehelai sapu tangan berwarna kuning gading miliknya. Sapu tangan tersebut berhiaskan sulaman seekor burung kuau raja pada salah satu sudutnya. “Isst.” Mahzar meringis menahan perih. “Pakai ini!” kata Kuranji, datang menyodorkan sekantong kecil ramuan herbal kering.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai kuduk
Baca
+Pustaka
Kaulah Jodohku

Kaulah Jodohku

kekeh Radit berbicara apa adanya. Azril menggeleng, berbicara dengan Radit memang tidak ada yang ditutupi dan dia begitu polos jika membahas hal itu. “Haha, bertemu jodoh tidak segampang membeli cabai di pasar, Bro.” “Iya juga sih. Jodoh gua baru datang kemarin.” Radit tahu betul jika jodoh akan datang di waktu yang tepat. “Maaf, bapak-bapak ini minumnya, ya.” Safa datang dan membuyarkan perbincangan mereka. Ia memberikan, lalu pergi meninggalkan dan kembali ke dapur.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 434 kali sebagai kuduk
Baca
+Pustaka
KUSINGKIRKAN MADUKU DENGAN ELEGAN

KUSINGKIRKAN MADUKU DENGAN ELEGAN

Bukan masalah berat, hanya saja memang agak lebar jadi lumayan ribet memasukkannya, apalagi harus melewati tangga. Mungkin nanti setelah Mas Adam datang, rak itu baru bisa dibawa ke lantai atas. Kupesankan makan siang dan camilan untuk Pak Eko dan Pak Sarju. "Mbak Lina, ada yang nyari." Suara Pak Sarju dari dekat tangga mengagetkanku. Aku masih duduk di sofa lantai atas sambil berselancar di sosial media. Mencari aksesoris tambahan untuk hijab yang sedang hits.
1084.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai kuduk
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Mayang mendorong perlahan kursi roda Bu Mitha melewati butik demi butik. "Ke situ." Bu Mitha menunjuk satu butik bergengsi dengan logo dua huruf C yang saling membelakangi. Kedua mata Mayang membola. Bu Mitha ingin membeli pakaian di butik Chane* rupanya. Mayang mengangguk dan mengikuti instruksi Bu Mitha. Mayang mendorong kursi roda menuju butik termahal setanah air sepertinya.
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kuduk
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Mas Adry masih dalam perjalanan pulang usai latihan gabungan selama beberapa hari. Malam itu selepas isya tengah berbaring di kamar, tiba-tiba terdengar suara gemeretuk dari ruang tamu. Bulu kudukku sontak meremang. Efek dari tetangga sekitar yang menceritakan tentang kuyang. Konon kuyang sangat menyukai wanita yang tengah hamil muda. Aku terus membaca kalimat dzikir. Mengusir rasa takut yang menghantui pikiranku.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai kuduk
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Ngerti maksudku, kan?” Cita menggeleng dan meninggalkan Pandu menuju kamar mandi. Sepertinya Cita akan mandi sekali lagi. Berendam di bathtub, untuk menenangkan diri. “Yang aku ngerti cuma satu, kamu itu pengecut. Dah, itu doang!” “Terserah!” seru Pandu. “Tapi tanda tangani dulu surat tadi, Cit!”
9.839.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kuduk
Baca
+Pustaka
Pandu Kesatria Genda Yaksa

Pandu Kesatria Genda Yaksa

teriak Pandu sambil menepuk leher kudanya yang bernama Rabuta. Rabuta bukanlah sembarang kuda biasa, kuda tersebut merupakan kuda pemberian dari Resi Naluka untuk Wira Karma, kemudian diberikan oleh Wira Karma kepada Pandu—putra semata wayangnya. Rabuta merupakan seekor kuda yang sangat jinak dan mampu bertahan di dalam air selama berjam-jam, serta mampu melihat dengan sempurna meskipun dalam kondisi gelap gulita.
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 747 kali sebagai kuduk
Baca
+Pustaka
Menantu sang Dewa Perang

Menantu sang Dewa Perang

tanya pria yang menggunakan kacamata. Baron melirik semuanya dengan sangat cepat untuk menganalisis kemampuan mereka dengan sekali lihat, “Pria berkacamata itu, dia ahli dalam menggunakan kaki, Taekwondo? Tidak, aku rasa itu Taekkyeon!” Baron berganti sisi, “Yang rambut panjang itu, Kudo? Bukan hanya satu jenis, ya? Apa itu termasuk dengan Jiu Jitsu?” Baron berganti sisi, “Aneh, mereka tidak memiliki sesuatu yang spesial? Jika itu Guido, maka salah satunya ada yang beraliran Karate dan juga Tachidori!” gumam Baron.
830.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 821 kali sebagai kuduk
Baca
+Pustaka
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

Jelas Resi Kundala. “Oh begitu.” Ulas Arya manggut-manggut tanda mengerti. “Apakah Tumenggung Galih mempunyai sebuah Kendi?” Tanya Resi Kundala. “Bukan hanya satu Kek, saya memiliki beberapa buah di dapur untuk tempat air minum.” Jawab Tumenggung Galih. “Kalau begitu saya minta satu saja, tolong isi Kendi itu dengan air separuh saja jangan sampai penuh!”
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 839 kali sebagai kuduk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status