Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sebatas Istri Bayangan

Sebatas Istri Bayangan

Setelah tahu kata sandinya, Adriana membuka pintu. Ketika dia masuk, baru semua lampu dia apartemen menyala. Tadinya padam, karena ada sensor gerak, maka lampunya menyala. Tapi untuk membiarkan lampu itu tetap menyala, Mala harus di atur dari panel juga. Atau kalau tidak, kika sudah tidak ada gerakan selama satu menit, lampu itu akan padam dengan sendirinya. "Ya ampun, kalau gak ada woman touch di rumah tuh kayak gini nih. Berantakan!" gerutu Adrian sambil melihat ke arah sekeliling apartemen.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

"LED portable." Cahaya biru muda menyala, menerangi wajah mereka yang tiba-tiba hanya terpisah 30 cm. Alma bisa melihat butiran air hujan yang masih menempel di rambut Gio, bayangan bulu matanya yang jatuh di pipi, dan— *Blink.* Lampu LED berkedip. "Baterai low," bisik Gio. Suaranya tiba-tiba berat. "Jadi... gimana? Lo mau ambil risiko lanjutin kerja, atau kita main aman aja?"
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Istri Pura-Pura Direktur Kejam

Istri Pura-Pura Direktur Kejam

ucapnya dengan nada menyindir, berlagak seolah-olah dia tuan kafe. “Kirana berarti cahaya. Kau benar, dia tak pernah redup. Tetapi, coba kau lihat lampu itu, Rey?” Dzaka menunjuk ke arah lampu yang menggantung di tengah kafe. Rey mengikuti perintah Dzaka, meski terlihat bingung. “Lampu itu punya masa sampai kapan ia bisa menyala? Biasanya, ada yang cukup berbulan-bulan, ada yang sampai tahunan. Ketika masanya itu sudah datang? Kau menggantinya, kan?”
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Pantas saja lampu-lampu itu berkelap-kelip, karena saat ini pukul tujuh tepat dan lampu-lampu itu akan berkelap-kelip setiap satu jam sekali. Chrystal merasa bersyukur begitu tiba langsung dapat melihat kelap-kelip lampu yang begitu indah di Menara Eiffel ini, jadi tidak harus menunggu lama. Chrystal sangat terkejut, ketika tiba-tiba seseorang telah meletakkan tangan di pundak Chrystal. Aduh bagaimana ini, jangan-jangan ini copet, apa copet ini akan merampas semuanya dan juga hp yang ada di tangannya ini? Bagaimana ini Ares belum terlihat juga?
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Surga Semalam

Surga Semalam

Kedua lampu itu duduk dengan tenang di atas alas beludrunya. "Dalam satu catatan yang saya pelajari tentang lampu upacara Plymouth, disebutkan 'lampu ketiga dari tiga lampu yang asli memiliki kelopak yang cacat dan tidak digunakan di kapel, melainkan disimpan untuk ritual pribadi.'"
1053.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Banyak orang kaya dan praktisi yang hadir menyanjung Gilbert Adam dengan kata-kata pujian yang tak ada habisnya, berusaha menjilat dan mendapat perhatian. Tetapi pada saat yang sangat tepat itu, angin dingin tiba-tiba bertiup tanpa penjelasan yang masuk akal, meniup debu dan pasir serta menyebarkan tepung beras ketan yang bertebaran di lantai dengan pusaran yang menakutkan. Lampu gantung kristal yang megah mulai berkedip tidak menentu, sering berkedip dengan pola yang aneh, dan akhirnya padam total, menyelimuti ruangan dalam kegelapan mutlak.
9.674.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Gairah Sang CEO Muda

Gairah Sang CEO Muda

Cahaya itu bukan lampu biasa; itu adalah pendaran bioluminescent yang dihasilkan dari reaksi kimia stabil yang pernah mereka diskusikan bersama. Almira terkesiap, tangannya menutup mulut. "Leo... apa ini?" "Selamat ulang tahun, Almira," suara Leo muncul dari balik kegelapan saat dia melangkah maju ke lingkaran cahaya. Di tengah ruangan, instalasi besar yang tadi dikerjakan Leo mulai beraksi. Sub-Atomic Capacitor di pusatnya berdenyut, mengirimkan gelombang energi yang tidak terlihat namun bisa dirasakan—seperti listrik statis yang menggelitik kulit. Di atas instalasi itu, sebuah hologram terbentuk.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Ucapku Terlihat lampu-lampu di sekitaran Kampung Sepuh mulai menyala. Warga yang sedang berjalan pulang pun perlahan-lahan masuk ke rumahnya masing-masing dan mengunci pintunya rapat-rapat. Kampung Sepuh kembali hening, Ibu juga kembali ke dalam rumah, menyalakan lampu dan menutup pintu rapat-rapat. krik krik krik
9.8683.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.2K kali sebagai lampu kelap kelip
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Memar Termanis

Memar Termanis

Percikan kecil terlihat, dan lampu di dekatnya mulai meredup, seakan memberikan peringatan bahaya. Paula akhirnya menoleh, memperhatikan lampu yang berkedip. Wajahnya sedikit bingung, tetapi belum sepenuhnya menyadari situasi. Air yang mengalir dari kabel itu perlahan mendekati kakinya, membasahi tepi sepatu hak tingginya. Paula berbicara pelan pada dirinya sendiri. “Hm, kenapa lampu itu berkedip?”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Awas Kesetrum!

Awas Kesetrum!

"Apa yang kamu mau?" Rei pura-pura serius. "Aku cuma... penasaran. Soalnya cewek yang bikin bola lampu kedip 0.01 detik itu... keren. Aku bahkan gagal bikin lampu taman nyala waktu kecil. Kita punya ikatan, kan?" Tika langsung melempar buku catatannya ke arah Rei. "KELUAR." Rei menangkis dengan gaya dramatis lalu kabur tertawa. "Sampai jumpa lagi, my lightning queen~"
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status