Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bareksa

Bareksa

"Ya enggaklah! By the way ini limited edition, nggak dijual disini! Harganya agak mahal tapi ..." Padma menghentikan kata-katanya sejenak. Dengan satu kali klik, gadis itu menyalakan lightstick yang langsung berpendar dalam warna hijau kebiruan. Sekali lagi, dia dan Dewi saling berpandangan, lalu berteriak-teriak heboh. "Wi, coba matiin lampunya! Bagus banget pasti!" Nala menghela napas ketika lampu kamar Padma dipadamkan. Dia yakin kedua temannya itu akan menghabiskan sisa malam mereka dengan rebahan sembari menyanyi lagu dalam bahasa Korea keras-keras.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Dijodohkan Dengan Pria Dingin

Dijodohkan Dengan Pria Dingin

Benda yang Ibu maksud tadi adalah light stick, benda keramat dalam dunia per Kpop an, susah payah Asha menabung untuk bisa membeli lampu bulat itu. "Jangan, Bu! Iya-iya aku nurut nih," jawab Asha akhirnya menurut juga. Dalam hatinya, Asha berkata 'Duh kapan kelarnya sih nih?' Sampai-sampai Asha merasa mengantuk saking lamanya ia dimake up. "Yah malah tidur nih Mbak nya, Mbak bangun Mbak," ucap Mbak MUA mencoba membangunkan Asha.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Putra Putri Bunga

Putra Putri Bunga

“Tapi bohong … tanganku sudah sembuh,“ goda Dio yang langsung kehilangan ekspresi sakitnya. Membuat mata Lily memicing mengerikan. Dio hanya tertawa melihatnya. Air telah mengalir lancar seperti biasa. Namun ternyata masalah listrik belum selesai. Vila bagian belakang lantai satu dan dua gelap gulita karena aliran listrik untuk bagian penerangan ke sana terganggu. Alhasil, Lily harus menerangi kamarnya malam itu dengan sebuah lentera. Lentera itu berbentuk klasik, mirip lentera-lentera di film kerajaan yang pernah ia tonton. Empat sisi kacanya buram dan memancarkan cahaya berwarna kuning ke sekitar. Bedanya tidak ada api di dalam kaca itu, melainkan cahaya yang dihasilkan oleh tenaga baterai
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Mulutnya mulai berteriak-teriak, tangan kanannya menarik jarum infus yang menempel di tangan kiri, darah mengucur menimbulkan noda pada sepray yang tadinya putih tanpa motif. "Aku benci hidupku, aku benci hidupku!!" teriaknya dengan menangis meraung-raung. Masyitah pun mendorong suaminya hingga piring yang ada di tangan laki-laki itu terlempar ke lantai dan menimbulkan suara berisik, nasi pun berhamburan berserakan di atas lantai. Yazid terhuyung dan jatuh ke belakang, badannya membentur kursi yang berada di sebelahnya. Ia segera bangkit dan memeluk istri tercintanya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

“Aku males banget pergi ke Bandung!” Selina bergumam sendiri lalu memandang lampu yang bergantung di atasnya. Lampu hias desain Adam yang mirip lampu khas Maroko. Kerlap-kerlipnya seperti cahaya bintang di langit saat malam menjelang. Adam khusus membuatkan untuknya. “Kamu ibarat lampu yang indah, tak mungkin aku menggapainya apalagi merengkuhnya,” Selina bersenandika.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Game Begin

Game Begin

Aku tau waktuku tidak banyak. *DOR! DOR! DOR!* Aku menggedor pintu itu, berharap liftnya segera terbuka. Namun hasilnya sia-sia. Aku mulai merasa jika kedipan dari lampunya semakin bertambah cepat namun semakin lama juga terlihat seolah-olah semakin melambat, aku juga merasa di saat lampu itu berkedip dan berganti menjadi gelap yang lumayan lama.
106.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Pasumpahan Tubo

Pasumpahan Tubo

Ia melirik jam di dinding, denting tepat di angka satu. Kemudian Lela membawa lampu itu ke dalam kamar. Memastikan tidak ada apa-apa di sana. Benar saja, memang tidak ada apa pun. Hanya bantal dan selimut yang ia gunakan. Lalu ia mengedarkan pandangan ke langit-langit. Rasa penasarannya makin besar, apa yang menyentuhnya tadi.. "Ahhh, hanya mimpi," ujar Lela pelan. Lampu togok tersebut diletakkan di tengah rumah, Lela kembali ke tempat tidur, menyulam hembusan napas dengan tenang. Kelelahan yang ditanggungnya membuat ia kembali terlelap.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Pernikahan Rahasia dengan Dosen Tampan

Pernikahan Rahasia dengan Dosen Tampan

“Mau yang ada lampu kelap-kelipnya.” Dansa manis kalah dengan balon panda dan lampu kelap-kelip! Good .... Sepasang mata Kelvin terpejam tak berdaya, ia menghela dalam napasnya saat bergumam, “Here we go again ....” Siapa bilang Amaya lebih lembut dan lebih bisa diatur? Lihat saja caranya mendesak Kelvin agar membelikannya balon panda! “Mas Vin lamaaa! Nanti balonnya keburu dibeli sama bocil Arsen!”
1052.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir

Telivisi, AC dan lampu. "Sungguh luar biasa 1 tablet untuk 3 perangkat." Delia bersandar di sofa yang berada sekitar 5 meter dari televisi dan mulai menghidupkan film drama Korea kesukaannya. Setelah menghidupkan film kesukaan nya Delia tertuju pada mode bioskop yang ada di layar tablet tersebut. "Mode bioskop, seperti apa kelebihan mode ini." Delia semakin penasaran dan saat Delia menekan mode bioskop Delia kaget dengan lampu yang tiba-tiba redup yang hanya di terangi denga mode lampu ruangan yang samar di setiap sudut ruangan.
1014.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Bayangan Kelam

Bayangan Kelam

Begitu ia membuka pintu, matanya langsung membelalak. Lampu-lampu kecil tergantung di antara pepohonan, menciptakan suasana hangat dan romantis. Di tengah halaman, sebuah meja kecil dengan dua kursi sudah tertata rapi, lengkap dengan lilin yang menyala lembut. Dan di sana, berdiri seseorang yang sangat dikenalnya. Adrian. Pria itu mengenakan kemeja putih dengan lengan yang tergulung hingga siku. Wajahnya tampak sedikit tegang, tetapi matanya tetap memancarkan ketulusan yang selalu membuat Anisa merasa nyaman.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai lampu kelap kelip
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status