Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Malaikat Elang

Malaikat Elang

Ω Aku mencoba membuka mataku yang terasa sangat berat, samar-samar aku mendengar suara Ferdi yang tengah mengobrol dengan seseorang yang suaranya tidak asing lagi bagiku, pemilik mata Elang. “Lo udah bangun? Lo napa sih, baru juga hari pertama udah pingsan gimana mau sekolah di sini?. Untung saja tadi,-” “Diam lo cerewet! bentakku kesal. “Bukannya kawatir malah di omelin lagi, udah kayak mak gua aja lo.”
2.1K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as lampu mata elang
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as lampu mata elang
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

Matanya mencorong bagai mata harimau dengan bola mata kuning cerah. Namun yang membuat terpana adalah sebuah senjata berupa palu raksasa yang tersampir di punggung. “Siapa kau?” bentak Cang Er dengan mata melotot. “Apa mereka anak buahmu? Kenapa menyerang kami?” Lelaki raksasa itu melirik ke kanan dan kiri, ke arah dua orang anak buahnya yang masih mengikat kaki serta tangan Cang Er menggunakan pecut baja. Mereka melepas jeratan saat itu juga.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as lampu mata elang
Read
+Library
ELEGI WANITA KEDUA

ELEGI WANITA KEDUA

Malam ini langit terlihat sangat cerah. Mereka berempat menikmati pemandangan di teras depan kamar. Taburan lampu berbentuk lampion putih, semakin menambah indahnya suasana malam ini. "Mama, kita akan ke Semarang?" "Iya, Sayang." "Ngapain, Ma?" "Om Adrian kalau mau menikah sama Mama, harus datang ke keluarga kita Sayang. Biar pun Budhe Maya hanya kakak ipar Mama. Tapi, Mama sudah anggap mereka seperti saudara kandung sendiri."
1022.4K viewsCompletedAdded to Library 672 Times as lampu mata elang
Show Reviews (34)
Read
+Library
pesbuk
Penyampaian ceritanya bagus.... Menurutku sih Romi n Amel jg egois dr awal. Menurut Agama jg menikah antara Keponakan dan Bibi/Paman itu haram, kecuali sang paman blm menggauli istrinya, lhaaa ini kn udah jelas2 ada c Dita, jelas haramnya. Bisa digoogling qo
Chin_ER
Cerita yang sangat bagus. Percintaan yg rumit antara Amel dan Romy, Keteguhan Amel dan Salsa, Kebodohan dan penyesalan Romy serta cinta sejati dari Adrian utk Amel dan Pengorbanan Salsa utk Romy yang luar biasa
Read All Reviews
Tumbal Pengantin Iblis

Tumbal Pengantin Iblis

tetesan air mata Elang jatuh membasahi kelopak mata Kalina. Elang menarik napas dalam diciumnya bibir Kalina, memasukkan kembali permata tersebut ke dalam tubuh gadis yang ia cintai. Dia juga menyalurkan energi kehidupan miliknya ke dalam tubuh Kalina. Tidak lama, Elang menarik wajah yang kini mendadak pias. Tubuh siluman tampan itu terasa remuk redam, jiwa terasa hampir lenyap masuk ke dalam tubuh Kalina, wajahnya memucat. Dia menunggu beberapa saat, betapa bahagia Elang ketika kelopak mata Kalina mulai bergerak-gerak.
1011.2K viewsOngoingAdded to Library 370 Times as lampu mata elang
Show Reviews (12)
Read
+Library
KarRa
Bab 74 masih sedikit revisi, mungkin akan tersedia hari senin. Tidak mengubah alur dan isi cerita di bab tersebut, hanya menambahkan jumlah kata agar nyaman dibaca. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan selamat membaca.
Kiki Sulandari
Gavin berhasil membuat Ellard & Lamont melihat ritual yg dilakukan klan peramal & penyihir Apa yg akan mereka lakukan selanjutnya? Gambaran masa depan tentang apa lagi yg telah dilihat Sekar? Akankah terjadi sesuatu pada sang nenek?
Read All Reviews
The Twins

The Twins

Telepon dimatikan setelah itu. Langit masih jauh dari kata terang. Mega merah juga belum nampak, dan Elang harus segera bersembunyi agar dia bisa segera kembali ke dunia terang penuh teknologi lampu. Matanya memandangi semak belukar yang sudah menunggunya di bawah, di balik semak-semak itu Elang akan bersembunyi sampai waktunya tiba.
105.3K viewsOn holdAdded to Library 133 Times as lampu mata elang
Read
+Library
Menjadi Tawanan Rubah Tampan

Menjadi Tawanan Rubah Tampan

gumam Allard pada angin malam. Di kejauhan, seekor elang raksasa berputar-putar di atas Lembah Kabut, mengawasi setiap pergerakan. Mata elang itu berwarna biru malam—warna yang sama dengan mata seorang wanita yang kini tengah duduk di sebuah meja kayu di dalam kegelapan, menunggu bidak-bidak catur takdirnya bergerak ke posisi yang tepat.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 156 Times as lampu mata elang
Show Reviews (16)
Read
+Library
ida sari
seru banget nih ceritanya,bikin penasaran knp bisa seorang kaisar memiliki putra yg berbeda dengan manusia biasa dan knp juga dia sangat menginginkan putra nya lenyap dr hidup nya.. wajib baca nih yg pada penasaran.
C. Widyawati Kurni
ceritanya bikin deg-deg aku, sedih senang dengan membaca kata-kata dan banyak kalimat yang menari-nari di otak seperti melihat aselinya... bravo buat penulis cerita ini... walaupun harus sabar setelah kelar 2 bab ...
Read All Reviews
Elang Taraka: Lahirnya Pendekar Terhebat

Elang Taraka: Lahirnya Pendekar Terhebat

gumamnya penuh semangat. Elang melangkah menuju cahaya kebiruan tersebut dengan semringah, berharap segera keluar dari tempat ini. "Apa ini?" Sepasang netra Elang membola saat melihat ada benda bulat tak terlalu besar bersinar di tengah kegelapan goa. Sebuah batu kristal memendarkan cahaya biru bersinar di atas lempengan batu yang dikelilingi kolam kecil dengan air yang begitu jernih. Mata Elang terbelalak.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as lampu mata elang
Read
+Library
Jerat Gairah Mafia Kejam

Jerat Gairah Mafia Kejam

"Kamu yakin mereka akan melakukan transaksi di sini?" Mata elangnya menyorot tajam ke arah ruang gelap. Bola mata hitam kecokelatan beredar ke seluruh lapang, di mana banyak pohon pinus menjulang tinggi. Telinga dan matanya bak burung hantu yang sedang mengidentifikasi mangsa. Meski gelap, namun semua terasa jelas. Tajam bak pedang yang siap menghunus, membabat habis musuhnya.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as lampu mata elang
Read
+Library
Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

jawab Dinara langsung paham. Elang mengangguk, “Bagus. Saya tidak –” “Tidak mau ada kesalahan. Ya, Pak, saya mengerti,” sela Dinara. Elang langsung menoleh begitu ia menyelanya. Menatap Dinara lebih lama dalam diam. “Dinara, saya tidak ada maksud untuk–” Kalimat Elang terputus. Dinara segera menunjuk ke depan, memutus kontak mata yang sempat terasa terlalu dalam. “Lampunya sudah hijau, Pak!”
107.2K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as lampu mata elang
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status