Gairah Liar Paman Mantanku
“Aku cuma ingin hidup dengan tenang. Bangun pagi, nyapu halaman, masak untuk orang-orang yang aku sayang, minum teh sore hari, baca buku, tidur tanpa mimpi buruk. Hidup yang membosankan … tapi stabil. Nggak melelahkan. Nggak menyakitkan.”
Farrel mengangguk pelan. “Berarti kamu sudah di tempat yang benar.”
Seketika lelaki itu meraih tangan Aura, seakan hendak menyalurkan perasaan hangat dan tenang. Aura terkejut, tapi ia tidak menepis. Tatapan Farrel menelusup ke matanya dengan kesungguhan yang tak dibuat-buat.
“Kalau begitu, kenapa kamu nggak tinggal di sini? Dengan aku.”
Bab Populer