Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai
Dia menatap ruangan yang penuh dengan jejak-jejak kreasi, lalu memandang Karina dengan pandangan yang campur aduk, rasa lega, dan juga penyesalan yang mendalam.
"Syukurlah kamu kembali, syukurlah. Kedua tanganmu ini," kata Surya sambil menunjuk tangan Karina yang langsing namun terlihat penuh bekas, "Seharusnya memegang kuas, merawat benda-benda kuno. Bukan dipenuhi dengan hal-hal remeh yang merusak bakatmu. Dulu, kamu rela melepaskan kesempatan untuk belajar ke Negara Baleo demi pria itu. Aku, sebagai gurumu, masih terus memendam perasaan sakit hati itu dalam hati."