Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tuan Perkasa, Aku Kecanduan

Tuan Perkasa, Aku Kecanduan

Tapi jika ia terus menunggu di sini, awan hitam tebal di atas sana kian mengepung langit. ​Wush... Dhuarr! ​Benar saja, hujan deras bertiup kencang disertai gemuruh angin mendadak mengguyur kota. Tanpa persiapan membawa payung, Lily bergegas berlari menyeret langkahnya untuk berteduh di bawah sebuah pohon rindang di tepi jalan.
10364 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Bajunya juga basah, tapi bukan karena hujan—lebih karena keringat dan gugup. “Dia… boleh di sini sampai hujan reda?” tanya Rafa cepat kepada ibunya “Tentu,” jawab Anggi hangat. “Kamu mau teh hangat?” Lian mengangguk kecil. Ia memegang cangkir dengan dua tangan, seperti orang yang membutuhkan kehangatan dari luar tubuhnya. Setelah hujan mereda, Lian tidak langsung pulang.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

Ia menyodorkan kertas diatas meja, sembari berkata lirih. "M-mmaf," itulah kata lirih yang terlontar dari bibir manisnya. "Apa ini?" Segera aku raih sesuatu berupa kertas yang telah disodorkan oleh Chelsi. Happy Wedding Ali & Chlesi Aku tidak melanjutkan membukanya. "Beb, apa ini?" tanyaku masih tak percaya, dan tidak tahu maksutnya. Chelsi hanya memalingkan wajah, dan kulihat pipinya basah oleh air mata.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Bahagia

Ajari Aku Bahagia

Padahal tadi aku sudah berniat untuk menemani ibu sebentar lagi, tapi karna wanita ini tiba-tiba datang dan mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal, membuat moodku berubah dan ingin segera pergi saja. Aku berjalan sendirian meninggalkan tempat pemakaman umum yang merupakan rumah tempat tinggal ibu sekarang. Hari sudah mulai gelap, di atas sana cerahnya langit sudah mulai terhalang oleh selimut kelabu yang berisi tetesan hujan. Sepertinya apa yang dikatakan wanita licik itu benar, hujan akan turun. ''Hei! Apa yang sedang kalian lakukan?!'' Aku berteriak dan langsung berlari saat melihat ada beberapa orang laki-laki preman sedang mengeluarkan barang-barangku dari dalam rumahku sendiri.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Cinta Lianne

Cinta Lianne

Tidak mungkin berjalan kaki. "Matilah aku!" kesal Lianne menyalahkan dirinya sendiri. Lianne duduk di pinggiran trotoar. Angin dingin mulai menghembus. Jalanan mulai sepi tak ada lalu lalang kendaraan. Beberapa mobil berhenti dan membuka kaca, mereka menanyakan tarif.
2.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Semakin lezat saja hidangan itu terasa si lidah. Awalnya malam terasa biasa saja. Memang lebih dingin dari biasanya, Lira kira itu karena sudah lama tak keluar kamar. Nyatanya, itu adalah pertanda bahwa hujan akan datang. Perlahan rintik yang turun menjadi lebat. Liara yang duduk di pinggir gazebo menikmatinya dengan seulas senyum di bibir. Tidak terlalu buruk, kali ini keputusannya untuk keluar memang tepat.
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 910 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Hujan turun, namun tidak ada niatan dari dua pasangan muda itu untuk pindah. Di bawah air hujan ini, Kami tumpahkan rasa, Bersama, tanpa niatan pisah Tolong jaga rasa. *** "Aiys,.." sapa Keysa. "Ngapain disini sendirian, sudah mau hujan," heran Keysa. "Pukul berapa," tanya Aiys. "16.45 WIB," jawabnya. Sudah dua jam Aiys habiskan mengenang jejak Daffa.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN LILIYA : DENDAM BERDARAH PUTRI MAFIA

PEMBALASAN LILIYA : DENDAM BERDARAH PUTRI MAFIA

Igor menggenggamnya erat, menggosok-gosok telapak tangannya untuk menambah kehangatan. “Kamu tahu?” Igor berkata mencoba mencairkan suasana, “Aku sebenarnya tidak terlalu suka hujan deras. Tapi malam ini, hujan terasa lebih bersahabat karena aku bisa berada di sini bersamamu.” Liliya terkekeh kecil meski tubuhnya masih lemas. “He-he-he. Kamu selalu punya cara untuk membuat suasana terasa lebih ringan, Igor.”
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Tante Lusi Yang Menggoda

Tante Lusi Yang Menggoda

Aku buru-buru menolak, lalu dengan panik mengambil pakaian yang ada di samping, bersiap untuk segera mengenakannya agar Tante Lusi tak melihat betapa malang dan malunya diriku. Namun siapa sangka, Lusi malah menghentikanku. Dia merebut pakaianku dan melemparnya menjauh. Dia mendorongku hingga terjatuh, lalu membungkuk ke arahku, bibirnya yang merah menyala terbuka pelan dan ucapannya penuh dengan godaan. "Willy, kamu sudah pernah merasakan Rolin sepenuhnya ... masa kamu nggak penasaran bagaimana rasanya denganku?"
10.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

“Apa kau tak lihat sedang hujan deras?” Akan tetapi Long Wei membantah. “Kita bisa menerobosnya.” “Memang bisa, tapi daripada itu bukankah lebih baik kita berteduh di sini dan melanjutkan latihanmu? Lukaku tak begitu penting, jangan kaupikir aku bisa mati mendadak karena luka-luka ini.”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai lili hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status