Putra Putri Bunga
Arga pun pergi meninggalkan Lily sendirian.
Melodia tak memiliki labirin bunga seperti Erlangga, tantu saja karena itu spesial dibuat oleh Dio. Tapi taman Melodia terlihat lebih berkelas, bahkan seperti ditata oleh seorang profesional, tidak ada satu pun bunga yang tidak terlihat pas untuk tumbuh di sana. Lily berjalan agak jauh dari tempat awal, samar-samar dia mulai mendengar lantunan suara yang sangat dia suka, suara yang membawa ingatan lamanya kembali terbayang, suara yang dulu selalu dimainkan ayahnya di beranda rumah di bawah bulan, suara sebuah biola. Tanpa sadar mata Lily berkaca-kaca, kakinya melangkah mendekati asal suara, dan tak jauh di depannya, dia melihat seorang pria muda se
Bab Populer