Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku
"Biarkan aku menemani Reni sebentar lagi. Sudah lama ia tidak mendengarku bercerita."
Ia terdiam sejenak, lalu menambahkan, "Aku tadi bermimpi tentang dia. Masih seperti dulu, ia pakai gaun merah muda, gendong anak kita, berdiri di bawah pohon mahoni sambil tersenyum padaku. Aku mau berlari memeluknya, tapi ia berbalik pergi. Aku kejar terus kejar, tapi tidak bisa sampai."
Suaranya semakin mengecil sorot matanya perlahan-lahan menjadi kosong. Memandangi kondisinya, Pak Harto merasa hatinya sangat tertekan oleh rasa perih dan pahit, namun tak bisa berbuat apa-apa.
Hot Chapters