Badai Sang Pemberani
“Dia bukan darah kami, tapi… kenapa aku merasa seakan separuh jiwaku hilang kalau terjadi apa-apa pada dia?”
Pak Hendra terbangun, lalu menghampiri istrinya yang sedang menatap foto Badai, “Tenangkan dirimu, Lestari, Kita harus percaya, Badai pasti mampu keluar dari situasi sesukit apapun. Kita akan selalu berdoa untuknya.”
Di sudut ruangan, mereka berdua sama-sama tahu. Mereka harus kuat, demi putra pertama mereka — Badai, anak yang diselamatkan takdir, namun kini harus sedang menghadapi cobaan kembali.
Hot Chapters