Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian
Tak butuh waktu lama hingga matanya membelalak, karena di sudut bawah foto itu, logo dari ponselnya tercetak jelas.
‘Sial… Aku lupa menghapus logonya.’
Rahasia tentang dia yang kirim foto itu ke Kak Hugo kini terbongkar.
Dia mendongak dan menatap Hendro. Tatapan pria itu sedingin kutub, dalam dan mengerikan, seolah bisa menelan siapa pun yang masuk terlalu jauh.
Dia belum pernah melihat Hendro menatapnya seperti itu.
Hana mulai panik. “Hendro, ini semua nggak seperti yang kamu pikirkan! Aku… aku bisa jelaskan, aku…”