Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

"Aku kebelet pipis, Papa." Dengan raut datar, Frank menarik kerah jas Louis, memutarnya menghadap arah lain. "Toilet ada di sana. Kau mau pipis di ruang ganti?" Sambil terkekeh, Louis menggaruk pelipis. "Aku pasti terlalu kebelet sampai-sampai salah arah."
10500.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.0K kali sebagai lubang pipis
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Baca Semua Ulasan
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Yang ada, agak warasan dikit gue di rumah nggak liat lu sehari," godaku. Kulihat sahabatku ini memainkan bibir dan matanya. Wajahnya begitu lucu, karena dia mempunyai pipi yang cubby. Aku mencubit pipinya dan memain-mainkannya gemas. beneran empuk dan lembut tuh pipi seperti squashy. "Ih, apaan sih lu! Perasan huh. Mau dengar gosip nggak?!" katanya lagi sambil memegangi pipinya yang aku pijit-pijit tadi sambil meringis kesakitan. Aku semakin tertawa-tawa melihat ekspresi yang dihasilkannya. "Iya, udaaaah gosip apaan?" Akhirnya aku pun mulai tergoda untuk menggibah, jiwa kepoku pun mulai on.
9.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai lubang pipis
Baca
+Pustaka
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

tanya Likos setelah sadar akan rencana Mregelen. “Kita terikat oleh rantai ini. Kecuali kau mau kehilangan satu kakimu, kau harus ikut kami turun dari sini,” tukas Fibrela. Likos cemberut, tetapi akhirnya menurut. Ruangan ini sebetulnya hanya terdiri dari satu pipa besar yang berfungsi menyalurkan limbah dari saluran pembuangan. “Dia sudah bersusah payah menggali saluran ini. Hargai usahanya, Likos,” timpal Nod seraya mendorong Likos ke tengah ruangan.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai lubang pipis
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Separah itu? "Katamu tadi mau pipis, nggak jadi?" "Jadi." Audry segera berkemih sedangkan Jeff mengawasi pergerakannya. "Pi, ini apa?" tanya Audry menunjukkan pegangan dari besi yang tertanam di lantai setelah selesai buang air. "Oh, ini septic tank." "Septic tank?" ulang Audry dengan lidah kelu.
10170.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai lubang pipis
Baca
+Pustaka
Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

tanyaku sambil memegang salah satu kotaknya. "Anna, aku pernah lihat kamu muntah karena mabuk, nangis gara-gara iklan margarin, dan diare setelah makan sushi mencurigakan. Jadi menurutku pipis di stik bukan hal paling canggung yang pernah kulihat." Aku tertawa gugup. "Masuk akal." Aku membuka kemasannya, dan tanganku sedikit gemetar. Instruksinya sederhana, pipis di stiknya, lalu tunggu tiga menit.
1031.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 842 kali sebagai lubang pipis
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Ini bukan hanya telah membuat luka, tapi juga langsung membuat hatinya remuk. Beginikah sikap hampir semua pria? Bahkan mereka tak merasa penting untuk mengingat, setelah sperma mereka muncrat. Apa beda lobang wanita dan lobang kloset kalau begini? Sama-sama cuma sebagai tempat pembuangan? Sungguh suatu hal yang lebih buruk, mengingat semua bajingan itu juga terbentuk awalnya dari fase gesekan di lobang vagina ibu mereka. "Mengapa kau menangis?" Tanya Yusuf, saat melihat Garneta menuruni tangga.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai lubang pipis
Baca
+Pustaka
Tafsir Waktu

Tafsir Waktu

Tanpa berkata, ia menunjuk ke lubang yang berada sekitar lima meter di samping kanan kami. “Itu ceruk!” Teriakku kegirangan. Aku gegas berlari mendatangi ceruk itu. Alvar mengikutiku. Sepertinya, dulunya ini adalah kolam. Aku melompat ke dalam ceruk, kuperiksa baik-baik, berharap ada sumber air yang bisa kurunut dari sini. Kutemukan sebuah lubang pipa di salah satu sisi ceruk. Kupasangkan mataku ke lubang pipa, gelap saja. Lalu kucoba memasukkan lengan ke pipa, tapi pipa itu justru lebur, jadi abu. Aku memanjat, keluar dari ceruk. “Tunggu di sini,” kataku pada Alvar.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai lubang pipis
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

“Itu foto-foto masa kecil Dave. Dia sangat menggemaskan, kan?” Aku tersenyum. “Iya bun. Ini foto kapan bun?” tunjukku pada foto si Lesung Pipi kecil yang sedang menangis dibawah pancuran air taman rumah dengan seekor kelinci di dalam pelukannya. Sepertinya itu didepan rumah ini karena ada kolam pancur yang sama persis dengan yang ada didepan tadi.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai lubang pipis
Baca
+Pustaka
Honey to the Moon : The Prince & I on a Remote Island

Honey to the Moon : The Prince & I on a Remote Island

Saluran ekskresi yang kadang bahkan selesai pipis tidak dibasuh air, tidak seperti milik wanita yang harus disiram bersih-bersih dan dikeringkan. Duh, Joy kecil kok jadi merasa geli, jijik, tak suka. Apalagi bila benda itu konon bisa memanjang, membesar, dan kelak mengeluarkan sesuatu yang lengket, putih, dan kental. Kok bisa begitu dan mengapa ia bisa berubah?
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai lubang pipis
Baca
+Pustaka
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

suara angin kejepit melarikan diri lewat lubang pantat. Seketika pipi Linda berubah merah. “Ma…maaf!” hanya itu yang terlintas di pikirannya. Ia tak tahu harus berkata apa lagi. Perasaannya sudah bak nasi padang diaduk sirup, menu lunch bukan, menu buka puasa apalagi. Gak jelas. Rasa tegang menekan gas di perutnya, mendesak cepat lewat ujung pantat. Bergetar dinding dubur dan udara sekitar dengan frekuensi high pitch beraroma Hidrogen Sulfida dan Amonia semerbak. Saking malunya bibir Linda bergetar dan otaknya berteriak seakan terjadi kebakaran, “Kabur!” Ia mendorong tubuh Beni dan berbalik hendak melarikan diri.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai lubang pipis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status